Penyakit akibat infeksi bakteri tidak hanya berupa penyakit kulit, melainkan juga bisa berupa penyakit yang menyerang organ pernapasan dan selaput otak. Anda bisa tanya dokter online lebih lanjut mengenai berbagai penyakit akibat infeksi bakteri.
Biasanya, dokter akan meresepkan obat gentamicin pada pasien yang menderita penyakit akibat infeksi bakteri. Berikut informasi yang perlu Anda ketahui seputar gentamicin sebelum mengonsumsinya. Termasuk kegunaan, dosis dan aturan pakai, serta keamanan bagi ibu hamil dan menyusui.
Kegunaan Gentamicin
Gentamicin adalah antibiotik kelompok aminoglikosida yang berguna untuk membantu mengatasi infeksi bakteri aerob gram negatif, mulai dari infeksi ringan hingga parah pada berbagai bagian tubuh. Obat ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan jamur.
Penyakit yang bisa diatasi menggunakan obat gentamicin di antaranya:
- Penyakit kulit psoriasis, eksim, luka bakar
- Meningitis bakterialis
- Tuberkulosis
- Infeksi pada saluran telinga luar (otitis eksterna)
- Bisul
- Dermatitis seboroik
- Pneumonia nosocomial
- Septikemia
Cara kerja gentamicin dalam tubuh bertujuan untuk merusak dinding sel bakteri dengan cara mengganggu proses sintesis protein yang dibutuhkan untuk membangun dinding sel bakteri. Dinding sel yang rusak akan membuat bakteri tidak dapat hidup lagi dalam tubuh.
Obat ini tersedia dengan berbagai merek dagang, yaitu:
- Gentamicin tetes mata atau salep mata: Garamycin, Azopt, Sagestam, Garexin, Garasone, Batagentam
- Gentamicin krim atau salep: Decamisin, Garamycin, Biogen, Benoson G, Bioderm, Dermagen, Garabiotik, Fermaderm, Sagestam
- Gentamicin infeksi: Sagestam, Garamycin Pediatric, Ethigent
Gentamicin untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Perlu Anda ketahui pula, Badan Pengasawan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) melabeli gentamicin injeksi ke dalam Ketegori D bagi ibu hamil. Artinya, obat ini positif berisiko pada janin manusia.
Penggunaan gentamicin diperlukan hanya jika dalam situasi serius mengancam jiwa, atau untuk penyakit berat yang mana obat-obatan yang aman tidak lagi bisa digunakan atau tidak efektif.
Sementara gentamicin salep dan tetes mata dikategorikan ke dalam Kategori C. Artinya, studi pada binatang menunjukkan adanya efek buruk pada janin. Studi terkontrol pada wanita hamil hingga kini belum memadai.
Sehingga pemberian gentamicin salep dan tetes mata hanya diperlukan jika manfaatnya lebih besar daripada potensi risiko pada janin.
Kandungan gentamicin juga bisa terserap ke dalam ASI meski dalam jumlah kecil. Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Gentamicin
Gentamicin termasuk kategori obat keras. Pastikan Anda memahami beberapa hal berikut sebelum menggunakan gentamicin dalam proses pengobatan penyakit.
- Beritahu dokter jika memiliki reaksi alergi terhadap gentamicin atau obat dengan bahan kandungan serupa gentamicin.
- Beritahu dokter terkait riwayat obat-obatan yang pernah atau sedang dikonsumsi, termasuk jenis suplemen dan obat herbal.
- Beritahu dokter terkait riwayat penyakit lain yang sedang diderita, termasuk gangguan pendengaran, asma, gangguan fungsi ginjal, multiple sclerosis, atau myasthenia gravis, penyakit Parkinson, sering dehidrasi, kekurangan kalsium, kalium, atau magnesium.
- Beritahu dokter jika Anda sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau menyusui.
- Penggunaan gentamicin untuk orang berusia 65 tahun atau lebih harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Dosis dan Aturan Pakai Gentamicin
Gentamicin tersedia dalam bentuk salep, krim, tetes mata, salep mata, suntik, infus, atau tetes telinga. Anda tidak diperkenankan mengurangi atau menambah dosis gentamicin karena bisa memicu efek samping berbahaya.
Dosis dan aturan pakai diberikan oleh dokter menyesuaikan dengan kondisi kesehatan, tingkat keparahan penyakit, dan berat badan pasien. Secara umum, dosis dan aturan pakai gentamicin sesuai bentuk sediaan dan tujuan penggunaannya, yaitu:
Gentamicin salep atau krim 0,1%
- Infeksi kulit
Dewasa dan anak-anak: oleskan salep atau krim secukupnya pada area mata yang bermasalah, berikan 3-4 kali sehari.
Gentamicin tetes mata 0,3%
- Infeksi mata
Dewasa dan anak-anak: berikan 1-2 tetes setiap 4 jam sekali pada mata yang bermasalah.
- Infeksi mata berat
Dewasa dan anak-anak: berikan 1-2 setiap 15-20 menit sekali pada mata yang bermasalah, sebagai dosis awal. Dosis bisa diturunkan menyesuaikan perkembangan kondisi.
Gentamicin tetes telinga 0,3%
- Otitis eksterna
Dewasa dan anak-anak: berikan 2-3 tetes setiap 3-4 kali sehari pada telinga yang bermasalah
Gentamicin injeksi
- Meningitis
Dewasa: berikan 1 mg/kgBB per hari melalui suntikan ke dalam otak (intraventricular) atau ke dalam kanal tulang belakang (intrathekal). Dilanjutkan dengan dosis 1 mg/kgBB melalui suntikan intramuskular (IM) atau intravena (IV) setiap 8 jam.
Efek Samping dan Bahaya
Efek samping yang muncul selama penggunaan gentamicin dalam pengobatan bisa bervariasi, tergantung dari respons tubuh dan bentuk obat. Efek samping di bawah ini bisa terjadi setelah menggunakan gentamicin, yaitu:
- Iritasi disertai rasa tersengat atau terbakar pada telinga yang diobati
- Gatal, kemerahan, atau iritasi pada kulit yang diobati
- Kemerahan pada bagian dalam mata atau kelopak mata
- Nyeri sendi
- Rasa nyeri pada area yang disuntik
- Sakit kepala
- Gangguan pengelihatan
- Mual atau muntah
- Nafsu makan hilang
Jika efek samping tidak kunjung reda atau semakin parah, segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Efek samping serius bisa berupa:
- Otot menegang atau berkedut
- Demam
- Sakit perut berat
- Buang air besar berdarah
- Gangguan ginjal
- Napas pendek dan lemah
- Kesemutan yang berlangsung lama
- Mati rasa
- Telinga berdenging, gangguan penglihatan, mual, pusing, rasa sakit di bagian belakang mata secara bersamaan sebagai tanda-tanda peningkatan tekanan di dalam tulang tengkorak
Interaksi dengan Obat Lain
Gentamicin tidak boleh dikombinasikan dengan beberapa obat berikut, karena bisa meningkatkan risiko efek samping berbahaya:
- Indomethacin
- Bisfosfonat
- Antikoagulan oral
- Amphotericin B
- Cephalosporin
- Ciclosporin
- Methicillin