BUKAMATA - Pemerintah kota Shanghai mengumumkan secara resmi bahwa kota terpadat di China tersebut telah lepas dari status Lockdown. Lock down akibat Covid-19 selama dua bulan telah menjadi masa-masa sulit bagi warga kota.
"Situasi epidemi saat ini di kota terus stabil dan membaik," kata juru bicara pemerintah kota Yin Xin dikutip dari Reuters via bisnisdotcom, Minggu (29/5/2022)
Sementara itu Beijing telah membuka kembali sebagian transportasi umum, beberapa mal, pusat kebugaran, dan lainnya.
"Kami mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk kembali ke kehidupan yang lebih normal dan mencabut status lockdown minggu ini," katanya
Lock down selama 2 bukan terkahir disebut telah merusak ekonomi dan membuat banyak penduduk Shanghai kehilangan pendapatan, berjuang untuk mendapatkan makanan dan untuk mengatasi mental dengan isolasi yang berkepanjangan.
Pengekangan virus corona yang menyakitkan di kota-kota besar China berbanding terbalik dengan tren yang terjadi di seluruh dunia, yang sebagian besar telah bergerak ke arah hidup berdampingan dengan virus bahkan ketika infeksi menyebar.
Di Indonesia sendiri pemerintah telah bersiap siap untuk beralih dari pandemi menjadi endemi dengan melonggarkan sejumah aturan dan prosedur kesehatan. Termasuk pencabutan aturan penggunaan masker di lokasi terbuka.
Shanghai, disebut akan memudahkan persyaratan tes kesehatan bagi orang-orang yang ingin memasuki area publik. Aturan tersebut bakal berlalu mulai Rabu pekan depan.
Yin Xin, menambahkan penyesuaian ini harus mendorong dimulainya kembali pekerjaan.