Samsul Bahri : Minggu, 29 Mei 2022 11:59
Para penumpang yang behasil selamat dalam tragedi karamnya KM Ladang Pertiwi 02, (Foto: Inews.id).

MAKASSAR, BUKAMATA - Irwan, salah seorang penumpang KM Ladang Pertiwi 02 yang berhasil selamat menceritakan perjuangannya melawan mati ditengah laut bersama keluarga ditengah hujan yang cukup deras.

Irwan mengaku, pada saat kapal Ladang Pertiwi hendak tenggelam. Terlebih dahulu ia memikirkan keselamatan adik dan orangtuanya yang turut ada diatas kapal itu.

Sebelum betul-betul tenggelam. Irwan menyuruh adik dan ibunya loncat lebih dahulu. Ia lalu mencari jerigen dan tripleks untuk dipakai mengapung ditengah laut dengan harapan keluarganya bisa selamat.  

"Saat itu, ibu dan adik saya suruh duluan lompat, lalu saya mencari tripleks untuk dipakai mengapung. itu dari jam 12.00 siang sampai jam 08.00 pagi," ucap Irwan.

Meski demkikian, Irwan kurang mengetahui betul pasti para korban lainnya. Sebab ia hanya fokus untuk berusaha menyelamatkan keluarganya. Namun di tengah laut dia pun harus bertahan karena hujan deras.

"Kalau penumpang lain saya kurang tahu, karena ombak sampai 2 meter. Hujannya deras. Mati mesin, setelah setengah jam. cuacanya jelek sekali," tutur Irwan.

Irwan adalah salahsatu dari 10 penumpang selamat yang ditemukan dari peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Ladang Pertiwi 02 di Perairan Selat Makassar.

Selanjutnya, para korban selamat pada Minggu (29/5/2022) telah diserahkan ke sejumlah keluarga. Mereka sebelumnya diselamatkan oleh kapal tagboat pembawa batu bara dari Kalimantan setelah terombang ambing di lautan selama hampir 24 jam.

Hingga saat ini Basarnas dan juga pemerintah setempat masih terus melakukan pendataan terhadap jumlah korban. Kendalanya, manifest kapal ini tidak dilaporkan ke pihak syahbandar sehingga membuat jumlah data korban menjadi simpang siur.