Korea Utara, Covid 19 dan Pengembangan Senjata Nuklir
Kantor Berita Pusat Korea resmi merilis foto Kim, tidak mengenakan masker, mengangkat peti mati Hyon bersama dengan pejabat rezim lainnya, yang mengenakan masker.
BUKAMATA - Korea Utara selalu memiliki hal-hal unik yang kerap mengundang perhatian dari publik dunia.
Terbaru, negara beraliran Komunis ini mencuri perhatian publik karena orang nomer satunya, Presiden Kim Jong Il melakukan pemakanan salah satu patriot bangsa tanpa mengenakan masker ditengah gempuran wabah 'demam' yang menyerang negara tersebut.
Wabah 'demam' tersebut diasosiasikan publik sebagai covid 19 sejak negara tetangga Korea Selatan tersebut melaporkan kematian pertama akibat virus omicron 12 mei lalu.
Pada Senin (23/5/2022), media pemerintah melaporkan, Kim Jong Un menjadi salah satu pengusung jenazah pada pemakaman kenegaraan untuk seorang perwira tinggi militer tanpa mengenakan masker. Hal itu terjadi selang beberapa hari setelah Pyongyang mengklaim wabah Covid-19 sekarang terkendali.
Mengutip NDTV, Kim pada hari Minggu menghadiri pemakaman Hyon Chol Hae, seorang marshal Tentara Rakyat Korea. Hyon merupakan mentor Kim, yang mempersiapkan dirinya untuk kepemimpinan sebelum ayah dan pendahulunya Kim Jong Il meninggal pada tahun 2011.
Kantor Berita Pusat Korea resmi merilis foto Kim, tidak mengenakan masker, mengangkat peti mati Hyon bersama dengan pejabat rezim lainnya, yang mengenakan masker.
The Guardian yang mengutip KCNA memberitakan, "banyak sekali" tentara dan warga sebelumnya turun ke jalan untuk menyampaikan belasungkawa mereka ketika peti mati Hyon dipindahkan ke pemakaman.
KCNA mengutip Kim yang mengatakan: "Nama Hyon Chol-hae akan selalu diingat bersama dengan nama agung Kim Jong-il."
Kim Jong Un bahkan tampak menangis ketika dia mengunjungi tempat berkabung yang didirikan untuk Hyon minggu lalu.
Kasus Menurun
Korea Utara mengumumkan kasus virus corona pertamanya pada 12 Mei 2022, setelah mengklaim berhasil mempertahankan nol Covid sejak awal pandemi selama dua tahun.
Berdasarkan data media pemerintah Korea Utara, KCNA pada hari Senin bahwa 2,8 juta orang jatuh sakit karena demam yang tidak diketahui tetapi hanya 68 dari mereka yang meninggal sejak akhir April, tingkat kematian yang sangat rendah jika penyakitnya adalah Covid-19, seperti yang diduga.
Selama akhir pekan, KCNA memberitakan bahwa epidemi Covid-19 saat ini berhasil dikendalikan secara stabil. KCNA juga melaporkan korban "berkurang drastis dari hari ke hari".
Pada Senin, Pyongyang melaporkan 167.650 kasus "demam" melalui KCNA, penurunan yang signifikan dari level puncak sekitar 390.000 yang dilaporkan sekitar seminggu sebelumnya.
Negara ini melaporkan satu kematian lagi dan mengklaim tingkat kematian untuk "demam" adalah 0,002%.
Laporan media pemerintah tidak merinci berapa banyak kasus dan kematian yang dites positif terkena virus corona.
Tolak Bantuan Vaksin
Para ahli mempertanyakan klaim dan penghitungan resmi, mengingat bahwa negara miskin itu memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan terburuk di dunia dan tidak ada obat Covid-19 atau kemampuan pengujian massal.
Warga negara yang memiliki populasi 25 juta orang itu juga belum mendapatkan vaksinasi. Korea Utara bahkan menolak suntikan vasin Covid-19 yang ditawarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Menurut kementerian unifikasi Korea Selatan, Pyongyang sejauh ini belum menanggapi tawaran bantuan dari Seoul.
Selama kunjungannya ke Seoul pada akhir pekan, Presiden AS Joe Biden mengatakan Washington juga telah menawarkan vaksin Covid-19 ke Pyongyang tetapi "tidak mendapat tanggapan".
Lanjut Pengembangan Nuklir
Terlepas dari wabah virus, citra satelit baru menunjukkan Korea Utara telah melanjutkan pembangunan reaktor nuklir yang sudah lama tidak aktif.
Jika selesai, Korut akan mampu meningkatkan kapasitasnya memproduksi plutonium untuk senjata nuklir.
Para ahli dari Institut Studi Internasional Middlebury mengindikasikan Korea Utara telah memulai kembali pembangunan reaktor kedua di situs nuklir Yongbyon setelah beberapa tahun tidak beroperasi.
"Korea Utara menghubungkan loop pendingin sekunder dari reaktor 50 MW(e) ke rumah pompa di sungai," ungkap laporan itu tentang citra satelit Maxar.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
