BUKAMATA - Salah satu pilihan instrumen investasi yang kini populer di masyarakat adalah saham, yang dinilai bisa memberikan 'cuan' maksimal. Berinvestasi juga diyakini dapat menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan finansial di masa depan
Founder Rencana Cuan Abraham mengungkapkan tiga hal yang harus dipersiapkan oleh calon investor sebelum berinvestasi di pasar saham.
Modal uang dingin
Pertama, modal yang berasal dari uang dingin. Uang dingin yang dimaksud adalah uang tersebut tidak akan dipakai dalam waktu dekat dan bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Jangan sampai menggunakan uang untuk kebutuhan harian, karena akan mempengaruhi psikologis teman-teman untuk untung secara cepat dan instan. Apalagi meminjam uang untuk trading, jangan sampai demikian. Trading dan investasi awalnya biasanya belum untung, dan jangan main-main di saham karena bukan mainan," ujar Abraham dalam Cuap Cuap Cuan Allo Bank Festival "Muda main Saham, Tua Kaya Raya", Minggu (22/5/2022) seperti dikutip dari CNBC.
Riset dan Belajar
Kedua, riset dan belajar. Abraham menyebutkan berbeda dengan 10 tahun lalu, investor di generasi saat ini dimudahkan dengan kemudahan akses informasi. Berbagai platform menyediakan informasi dan riset yang dapat digunakan dalam berinvestasi di pasar modal.
Cari Mentor
Ketiga, mencari mentor. Setelah belajar dan riset secara otodidak, dia menyarankan agar investor terjun secara langsung dan memiliki mentor Dengan begitu, ada panduan bagi investor dan bisa mempercepat proses belajar.
"Dengan memiliki mentor yang punya pengalaman duluan kalian punya navigasinya sehingga bisa mempersingkat proses belajar," ujar Abraham.
Dalam kesempatan yang sama Komika dan Pelaku Pasar Modal Yudha Keling juga ikut membagikan beberapa tips bagi calon investor di pasar modal. Menurutnya penting untuk menggunakan 'uang dingin' ketika berinvestasi.
Selain itu bagi pekerja lepas atau freelancer yang memiliki pendapatan tidak pasti, juga bisa berinvestasi di pasar saham dengan menetapkan pengeluarannya. Dengan begitu, tetap ada uang dingin yang bisa didedikasikan untuk berinvestasi.
Yudha mengatakan jika dana darurat dan kebutuhan harian sudah terpenuhi, maka barulah bisa berinvestasi di pasar modal dengan tenang.
"Tapi sebelum bisa menyebut itu uang dingin, jangan lupa dana darurat dulu. Kemudian bikin list pengeluaran rutin selama 3 bulan dan ambil rata-ratanya. Banyak yang masuk investasi tanpa mempersiapkan keuangannya," kata dia.
BERITA TERKAIT
-
Hadiri Kongres HAM Luwu Timur Batara Guru, Irwan Bachri Syam Harap Mahasiswa Jadi Pelaku Pengembangan Ekonomi Daerah
-
Dirikan Pabrik AC di Jawa Barat, LG Umumkan Investasi Baru di Indonesia
-
Sewa Lahan ke PT IHIP Ditentukan KJPP Independen
-
DPMPTSP Luwu Timur Optimistis Target Investasi Rp3,3 Triliun Bisa Tercapai
-
Makassar Magnet Investasi, Apartemen Harga Triliunan Rupiah Segera Dibangun