Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 12 Mei 2022 17:11

Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

Kursi Airlangga Digoyang, TP Pasang Badan, NH Bilang Munaslub Tidak Mudah

Airlangga Hartarto harus peka dan segera mengantisipasi suara-suara ataupun gerakan tersebut. Ia mencontohkan, Airlangga harus meningkatkan keharmonisan antar pengurus. Termasuk memasifkan rapat antar pengurus.

MAKASSAR, BUKAMATA - Posisi Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, mulai digoyang. Wacana Munaslub Partai Golkar kini berhembus kencang.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP), mengaku tidak ragu untuk pasang badan demi Airlangga Hartarto. Menurutnya, wacana Munaslub sengaja dihembuskan untuk mengganggu Partai Golkar.

"Desas desus yang mengatakan ada sekelompok yang mencoba untuk menganggu Ketum Airlangga Hartarto di pucuk kepemimpinan partai Golkar, saya kira itu hanya suatu bentuk mengganggu partai Golkar yang besar ini," ujarnya, Kamis, 12 Mei 2022

Taufan Pawe mengatakan, sebagai partai yang sudah teruji di tiga rezim yakni orde lama, order baru, hingga reformasi, tentunya sangat tidak mungkin untuk sampai pada titik itu. Sebab kerja keras dan prestasi Airlangga Hartarto membesarkan partai berlambang pohon beringin rindang itu sudah terukur saat ini.

"Bagaimana kemudian Ketum Airlangga Hartarto ini dengan prestasi kerja dan inovasi-inovasinya dalam membesarkan partai, malah diganggu oleh beberapa pihak. Saya kira itu adalah upaya untuk memecah fokus kami. Saya siap pasang badan untuk itu. Saya rasa itu tidak akan mempan," tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, HAM Nurdin Halid (NH), menegaskan, Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) adalah hal luar biasa yang tidak bisa sembarang digelar. Anggaran dasar/anggaran rumah tangga dengan jelas mengatur syarat Munaslub bisa digelar.

"Saya kira untuk melakukan Munaslub itu hal tidak mudah, harus merujuk konstitusi partai," kata NH.

Ia mencontohkan, Munaslub itu baru bisa digelar apabila ketua umum berhalangan tetap, mengundurkan diri, melanggar AD/ART. Sepanjang tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART, maka tidak ada alasan untuk melakukan Munaslub.

Kedua, lanjut NH, apabila ketua umum jadi tersangka kasus hukum, atau ada perbuatan pidana lain yang dia lakukan. Ia mencontohkan, dinamika di masa kepemimpinan Setya Novanto saat ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2017 lalu.

"Nah sepanjang tidak jadi tersangka dan tidak ada perbuatan pidana lain, maka itu berarti tidak ada pelanggaran konstitusi," kata NH.

Ia mengatakan, saat ini Partai Golkar harus terus memasifkan konsolidasi kader menghadapi agenda politik 2024.

Menurutnya, Partai Golkar harus tampil jadi pemenang Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, dan Pilkada Serentak 2024.

NH menegaskan, Golkar harus bisa mengulang kejayaan saat jadi pemenang pemilu 2004 lalu, atau 20 tahun silam.

"Jadi saya kira sekarang ini Golkar itu sedang konsolidasi untuk memangkan Pilpres, Pileg, dan Pilkada," katanya.

Meski demikian, Nurdin menilai Airlangga Hartarto harus peka dan segera mengantisipasi suara-suara ataupun gerakan tersebut. Ia mencontohkan, Airlangga harus meningkatkan keharmonisan antar pengurus. Termasuk memasifkan rapat antar pengurus.

"Kalau ada suara-suara seperti itu, ketua umum harus peka dan diantisipasi. Jadi misalnya manajemen partai harus diperbaiki, hubungan sesama pengurus harus lebih ditingkatkan supaya bisa meredam gejolak yang mengganggu kesolidan internal partai Golkar," lanjut NH.

Dengan pola kepemimpinan tersebut, NH meyakini segala upaya kudeta bisa diantisipasi dengan mudah. "Sehingga bisa antisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi yang mengganggu kesolidan partai. Sekarang Golkar itu sebetulnya solid," urainya.

NH menilai, Airlangga punya dua tanggung jawab dalam masa kepemimpinannya ini. Pertama, selain memimpin Partai Golkar, ia juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia punya tugas membantu Presiden Joko Widodo.

"Sudah banyak gerakan dilakukan Pak Airlangga, tapi memang konsolidasi partai belum berjalan secara maksimal," katanya.

"Saya kira itu hal wajar karena beliau sedang hadapi tantangan cukup berat yaitu pandemi, sebagai Menko Perekonomian beliau harus fokus pada soal tantangan dihadapi negara tentang perekonomian," katanya.

Oleh karena itu, NH mengingatkan, Airlangga harus menyadari dengan kesibukan sebagai menko, itu lebih utama karena itu kepentingan bangsa dan negara. Tapi kemudian kepentingan partai tidak boleh terabaikan. Oleh karena itu, fungsi partai harus berjalan sesuai AD/ART.

"Wacana isu Munaslub harus segera diredam kalau ada gejolak internal. Kita kan sedang hadapi tahun politik, maka jangan sampai Golkar dimasuki orang luar, untuk mengganggu, menyusupi kekompakan partai Golkar," kata NH. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto #Taufan Pawe #Nurdin Halid #Munaslub Golkar

Berita Populer