Menikmati Ikan Bakar dan Sunset di Warung Pandanga
Bagi kamu yang masih libur dan berencana melakukan liburan pendek bersama keluarga, Warung Ikan Bakar Pandanga bisa jadi destinasi pilihan wisata kuliner mu.
TAKALAR, BUKAMATA - Suasana libur lebaran masih terasa. Puncak arus mudik diperkirakan baru akan terjadi pada 6-8 Mei mendatang.
Bagi kamu yang masih libur dan berencana melakukan liburan pendek bersama keluarga, Warung Ikan Bakar Pandanga bisa jadi destinasi pilihan wisata kuliner mu. Di sini, kamu tidak hanya bisa menikmati ikan bakar tetapi juga bau laut, deru ombak, sunset dan hembusan angin pantai.
Rumah makan yang berkonsep semi outdoor ini berlokasi di desa Aeng Batu-Batu, Galesong, Takalar. Dari Makassar, jarak nya sekitar 40 kilo meter dan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam.
Rumah makan berlantai pasir ini sesuai namanya menyediakan menu utama aneka jenis ikan bakar mulai dari ukuran kecil hingga besar. Harganya mulai dari Rp60an ribu.
Selain ikan bakar ada pula makanan pelengkap lain seperti cumi, udang, dan aneka sayur. Semuanya diolah menjadi aneka makanan enak seperti cumi masak hitam, udang goreng krispi dan salah satu menu yang cukup eksotis adalah ikan kudu-kudu goreng krispi yang disajikan bersama batok ikan sendiri.
Owner Ikan Bakar Pandanga Pak Iwan mengatakan, selain makan dan berfoto di sejumlah titik yang instagramable pengunjung juga dipersilahkan untuk berenang di area pantai.
"Karena lokasi kita dekat dengan pantai, ini pengunjung bisa berenang disini, " katanya.
Karena antusiasme masyakarat yang cukup tinggi, sebaiknya sebelum berkunjung dapat melakukan reservasi terlebih dahulu.
"Mungkin karena sedang libur idul fitri jadi cukup ramai yah. Kira-kira pengunjung kita sekitar 300an per hari, "pungkasnya.

Berawal dari kursi-kursi cacat
Pak Iwan mengatakan, Warung Ikan Bakar Pandanga ini berawal dari beberapa kursi cacat produksi saja.
" Saya kan pengrajin kursi. Awalnya kalau ada kursi atau meja yang cacat produksi saya bawa kesini. Mulai dari 3 kursi saja sampai 5 sampai tujuh dan akhirnya sekarang sudah mau kami bikin lantai 2," ungkap Iwan.
Setelah berhasil merintis rumah makan ini, Iwan pun kini bisa memberdayakan tetangga-tetangganya dengan memberikan lapangan pekerjaan sebagai karyawan rumah makan.
"Yang bekerja disini ini yah anak-anak dari tetangga kiri kanan, jadi kalau pulang kerja, jalan kaki saja," pungkasnya.
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Berita Populer
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:43
