PAREPARE, BUKAMATA - Masjid BJ Habibie atau dikenal masjid terapung di Kota Parepare yang saat ini terus digenjot pembangunannya.
Rencananya masjid tersebut diupayakan bisa digunakan untuk shalat Idul Fitri atau shalat ied.Ini tentunya kabar gembira buat warga Parepare yang ingin segera menggunakan fasilitas masjid tersebut khususnya untuk shalat Ied.
"Sebagai kota religius kita hadirkan masjid terapung BJ Habibie. Saya berkeinginan kalau bisa dimanfaatkan pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri," ujar Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, Minggu (23/04/2022).
Taufan menyebut saat ini masjid tersebut sudah dalam tahap perampungan.
"Walaupun masih ada 10 persen yang belum selesai tapi momennya tepat jika shalat Idul Fitri disana dan warga bisa merasakan betul betul kehadiran masjid kebanggan kita ini," jelas ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan ini.
Taufan Pawe mengungkapkan, Masjid Terapung BJ Habibie ini akan menjadi ikon wisata religi tidak hanya untuk Parepare, tapi juga Sulawesi Selatan.
Karena masjid yang diambil dari nama Presiden ke-3 RI yang juga putra Parepare BJ Habibie ini dirancang jadi termegah di Sulsel.
Karena itu, Taufan Pawe menekankan, masjid itu akan dikelola secara modern dengan manajemen modern.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas PUPR Parepare, Samsuddin Taha mengatakan, pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie ini dianggarkan melalui Dana Insentif Daerah (DID) senilai Rp30 miliar.
DID ini merupakan reward dari Pemerintah Pusat atas prestasi Pemkot Parepare. “Masjid ini diproyeksikan menjadi termegah di Sulsel,” ujar Samsuddin Taha yang juga Kepala Bappeda Parepare.
PPK Proyek Masjid Terapung BJ Habibie, Suhandi menambahkan, masjid berkapasitas sekitar 1.000 jemaah ini akan dibangun dengan tiga lantai.
Lantai pertama untuk jemaah laki-laki, lantai dua jemaah perempuan, dan lantai tiga digunakan kegiatan keagamanan. Sementara untuk top floor akan digunakan untuk melihat hilal.
Direktur CV Karajae Konsultan, Adriani memaparkan, sesuai perencanaan masjid dibangun dengan jarak lurus 90 meter dari arah tanggul Mattirotasi. Pembangunan masjid sesuai dengan arah kiblat.
“Jembatan masjid jaraknya 20 meter. Pelataran ke masjid 25 meter. Masjid ini nantinya dengan diameternya 20 meter. Pemerintah Provinsi memberikan kita izin pembangunan di laut itu, 100 meter garis lurus dari arah tanggul, yang dipakai 90 meter,” ujarnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Raker Komisi II DPR RI-Mendagri, Taufan Pawe: Penurunan Transfer Keuangan Daerah Bukan Musibah, Tapi Tantangan untuk Inovasi
-
Pertemuan Taufan Pawe dan Bahlil Lahadalia Picu Spekulasi Jelang Musda Golkar Sulsel
-
Komisi II DPR RI Minta Kepala Daerah Terpilih Laksanakan Kebijakan Pemerintah Pusat Terkait PPPK
-
Mesin Politik Golkar Sulsel Dinilai Kurang Optimal, Nurdin Halid Desak Perbaikan
-
Resmi Diusung Tiga Parpol, Appi-Aliyah Siap Deklarasi dan Daftar di Pilwalkot Makassar 2024