MAKASSAR, BUKAMATA - Demo atau aksi unjuk rasa besar-besaran kembali digelar di Kota Makassar. Rencananya aksi akan digelar di beberapa titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/4/2022).
Untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut, sebanyak 1.700 personel gabungan TNI/Polri diturunkan di 14 titik yang tersebar di Kota Makassar.
"Setiap titik kampus akan diisi. Titik besar ada di flyover. DPRD I, DPRD II, Kantor Gubernur,” kata Kabagops Polrestabes Makassar, AKBP Darminto.
Seluruh personelgabungan kata Darminto, tidak boleh membawa senjata api. Aparat TNI/Polri hanya diperbolehkan menggunakan perlengkapan penindakan huru hara (PHH) dan senjata gas air mata. Hal tersebut hanya akan digunakan jika aksi menjadi rusuh.
"Tidak ada persenjataan. Kita humanis,” ungkap Darminto.
Berdasasrkan izin yang masuk, unjuk rasa tersebut akan dilakukan oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Makassar.
Lokasi yang menjadi titik aksi unjuk rasa yakni DPRD Sulsel, DPRD Kota Makassar, flayover dan Kantor Gubernur Sulsel.
“Informasi terakhir ada 500 pengunjuk rasa yang saya dengar. Penjagaan sampai aman dan massa membubarkan diri,” tutur Darminto.
Massa aksi rencananya akan kembali menyuarakan penolakan penundaan pemilu dan wacana presiden tiga periode.
Selain itu juga menuntut agar pemerintah serius dalam menangani kelangkaan dan mahalnya minyak goreng. Termasuk kenaikan PPN dan kenaikan harga BBM."Seperti tututan yang kemarin yang saya lihat,” ungkap Darminto.
BERITA TERKAIT
-
Wali Kota Makassar Apresiasi Polrestabes Ungkap 20 Kilogram Narkotika dan Kasus Penculikan Balqis
-
Bilqis Kembali ke Pelukan Keluarga, Pemkot Makassar Apresiasi Tim Jatanras dan Berikan Penghargaan
-
Pemkot - Polrestabes Makassar Mantapkan Sinergi Wujudkan Kota Aman dan Melayani
-
Balita 4 Tahun Diduga Diculik di Taman Pakui Sayang, Polrestabes Makassar Belum Tetapkan Tersangka
-
Polrestabes Makassar Pecat Anggota yang Mangkir Enam Bulan