Redaksi : Kamis, 07 April 2022 22:32

BUKAMATA - Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rachman mengapresiasi ketegasan Presiden Jokowi kepada para menterinya untuk membahas penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

"Saya mengapresiasi keputusan tegas Presiden Jokowi di rapat kabinet kemarin. Presiden meminta dengan tegas kepada seluruh menterinya agar berhenti menyuarakan urusan penundaan dan perpanjangan pemilu," ujar mantan juru bicara Jokowi dalam keterangan resminya, Kamis (7/4/2022).

Menurutnya, keputusan Jokowi itu senafas dengan pandangannya bahwa dua periode harga mati.

Fadjroel menjelaskan, sebelum dirinya berangkat ke Kazakhstan guna menjalankan tanggung jawab sebagai duta besar untuk Indonesia, ia dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Merdeka.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa dirinya setia pada agenda reformasi termasuk pembatasan masa jabatan Presiden hanya dua periode maupun pemilihan Presiden dan kepala daerah yang dilakukan secara langsung.

"Oleh karena itu, saya yakin Presiden Jokowi tegak lurus reformasi," ujar Fadjroel.

Lebih lanjut, ia mengatakan persabahatan dengan Jokowi sudah terjalin cukup lama sejak menjabat Walikota Solo, bahkan pada tahun 2012 Fadjroel ikut merekomendasikan Jokowi dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. "Saya melihat beliau sebagai sosok yang bersih dan memiliki visi besar untuk menuntaskan agenda reformasi," jelasnya.

"Kemudian saya menjadi tim sukses Jokowi pada Pilpres tahun 2014 dan 2019 serta bersedia menjadi juru bicara Presiden pada tahun 2019 sampai 2021. Dari pengalaman bekerja sama tersebut, saya merasa sehati dan sejiwa dengan Presiden Jokowi untuk menuntaskan seluruh agenda reformasi 1998," pungkas Fadjroel.