TORAJA, BUKAMATA - Pohon beringin besar yang dikeramatkan oleh warga sekitar Kelurahan Tarongko, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan tumbang dan menutupi badan jalan hingga tidak bisa lewati pengendara.
Pohon yang tumbang pada Senin (28/3/2022) lalu itu kini berhasil di evakuasi setelah dilakukan serangkaian ritual adat untuk memhon izin pemidahan pohon keramat itu yang diperkirakan sudah berusia 540 tahun.
Memang menurut warga, pohon beringin tersebut dahulunya dipakai untuk tempat pemujaan Aluk Todolo alias agama leluhur nenek moyang suku Toraja.
"Hari ini telah dilakukan ritual adat oleh masyarakat sekitar, sehingga petugas BPBD Tana Toraja melakukan evakuasi pohon keramat tersebut, untuk membuka akses jalan poros bagi pengendara roda dua dan empat," kata Kepala BPBD Tana Toraja, Alfian Andilolo, Sabtu (2/4/2022).
Prosesi ritual adat tersebut langsung dipimpin oleh Tokoh adat Aluk Todolo, Tomina Nek Sando Tato Deda. Ada 10 ekor ayam yang dikorbankan untuk menjalankan ritual adat tersebut.
"Ayam yang dikorbankan bukan sembarang ayam, jenis ayam itu kakinya berkaki putih untuk persembahan maha kuasa, Untuk ayam yang kakinya warna hitam itu untuk para leluhur," papar Daniel Linggi.
Setelah beberapa hari tertutup pohon tumbang, akhirnya poros Kelurahan Tarongko yang menghubungkan dengan Kelurahan Batupapan terbuka dan dapat dilewati oleh warga sekitar.