MAKASSAR, BUKAMATA - Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel, Andi Amanna Gappa, menemui Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin. Kedatangan BPKA Sulsel untuk konsultasi terkait penetapan lokasi stasiun kereta api di Parangloe, Kota Makassar.
Andi Amanna Gappa melaporkan, untuk masalah penetapan lokasi stasiun di Parangloe, akan dilakukan telaah lebih dalam. Karena itu, ia meminta pertimbangan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Gubernur Sulsel, untuk penetapan lokasinya.
"Untuk penetapan lokasi stasiun di Parangloe ini ada sedikit masalah," ungkap Andi Amanna Gappa.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, kereta api adalah proyek strategis nasional yang harus didukung oleh pemerintah setempat. Menurutnya, dalam setiap proyek pemerintah, selalu ada polemik, termasuk dalam hal pembebasan lahan ataupun penetapan lokasi.
"Komunikasikan dengan baik. Yang terpenting adalah jangan melanggar aturan dan dokumen-dokumennya harus lengkap. Minta juga rekomendasi dari BPKP dan Kejaksaan," pesan Andi Sudirman.
Ia juga berpesan agar BPKA tetap mengikuti alur tahaapn pelaksanaan yang ada.
"Setiap tahapan pelaksanaan itu harus lengkap dokumennya, sesuai alur tahapan pelaksanaan yang ada," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Benteng Somba Opu Mulai Direvitalisasi, Sulsel Dorong Status Cagar Budaya Nasional
-
Bupati Luwu Utara Turun Pantau Skrining Kesehatan, Pelajar Jadi Sasaran
-
Andi Sudirman Sulaiman Terima Penghargaan Inovasi Layanan Transportasi Publik Terjangkau dan Terintegrasi
-
Pelindo dan Pemprov Sulsel Perkuat Sinergi Sektor Kepelabuhanan
-
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Dorong Inovasi Apartemen Ikan, Sulsel Masuk Lima Besar SDGs Action Awards 2026