Lahirkan Pemilih Cerdas, KPU Makassar Kembali Gelar KP3
Program KP3 ini bertujuan melahirkan pemilih yang sadar akan hak pilihnya, pemilih yang dengan sadar memilih kandidat karena gagasan, dan visi misi yang ditawarkan, bukan karena dimobilisasi. Serta, pemilih yang tidak terprovokasi sara dan pemilih yang tidak tergiur oleh politik uang.
MAKASSAR, BUKAMATA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar kembali melaksanakan program Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (KP3).
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Almadera Makassar, Selasa (15/3/2022), menghadirkan tiga komisioner KPU Makassar sebagai pemateri, yakni Endang Sari (Kordiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM, dan Partisipasi Masyarakat), Romy Harminto (Kordiv Perencanaan, Data, dan Informasi), serta Abd Rahman (Kordiv Divisi Hukum dan Pengawasan).
Peserta KP3 kali ini merupakan kader dari Kecamatan Tamalate, Kelurahan Maccini Sombala' dan Kecamatan Rappocini Kelurahan Gunung Sari.
Program KP3 ini bertujuan melahirkan pemilih yang sadar akan hak pilihnya, pemilih yang dengan sadar memilih kandidat karena gagasan, dan visi misi yang ditawarkan, bukan karena dimobilisasi. Serta, pemilih yang tidak terprovokasi sara dan pemilih yang tidak tergiur oleh politik uang.
Komisioner KPU Makassar kordiv Sosdiklih, Parmas dan SDM, Endang Sari membawakan materi terkait "Identifikasi dan Pencegahan berita hoax".
Endang Sari mengatakan, pembahasan terkait informasi atau berita hoaks menjadi hal penting yang masuk dalam program KP3.
"Hoaks masih menjadi tantangan yang terus dilawan dalam setiap pemilu dan pilkada, sehingga peserta wajib tahu tentang pentingnya literasi digital,"katanya.
Ia juga meminta sebagai pengguna media sosial, masyarakat harus berhati-hati dalam mencerna informasi.
"jangan langsung dipercaya dan disebarkan, masyarakat harus terbiasa untuk lakukan kroscek dan analisis terhadap sebuah informasi, informasi perlu disaring dulu sebelum sharing,"pesannya.
Sementara Abd Rahman selaku Komisioner KPU Makassar kordiv Hukum dan pengawasan, membawakan materi terkait "Bahaya Politik uang pada Pemilu dan Pemilihan".
Abd Rahman menegaskan bahwa praktik politik uang dapat menerpa seluruh lapisan masyarakat, hukumannya juga berat baik bagi pemberi dan pelaku sehingga ini menjadi ancaman dan berbahaya bagi masyarakat.
"Selain itu dampak dari aksi politik uang adalah merendahkan rakyat yang sebelumnya telah dibeli suaranya, karena tidak akan lagi dilibatkan dalam memperjuangkan agenda-agenda perubahan,"ujarnya.
Romy Harminto selaku Komisioner KPU Makassar kordiv Data, informasi dan perencanaan, membawakan materi terkait "Politisasi Sara dan Ancaman Keberagaman".
Romy menjelaskan bahwa bahaya politiasi Sara sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"dampak dari Politisasi Sara antara lain berpotensi konflik, disintegrasi bangsa dan dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat,"pungkasnya.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
