Rahma Amin : Kamis, 10 Maret 2022 11:41
Ketua KPU Kota Makassar, Farid Wajdi/Ist

MAKASSAR, BUKAMATA- Program Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (KP3) yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar masih berlanjut, Kamis, 10 Maret 2020.

Bertempat di Hotel Premier Karebosi Makassar kali ini, materi pokok yang menjadi bahasan dalam diskusi bersama kader KP3 yang ada di Kecamatan Tallo, Kelurahan Lakkang dan Kecamatan Bontoala Kelurahan Layang adalah soal partisipasi pemilu dan isu Sara.

Menghadirkan Ketua KPU Kota Makassar, Farid Wajdi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Mengangkat tema 'Urgensi Partisipasi Pemilih, Pemilu dan Demokrasi, Farid dalam materinya memaparkan bahwa, persoalan partisipasi pada Pemilu dan Pemilihan merupakan pekerjaan rumah yang menjadi tanggung jawab bersama.

"Tantangan kita kedepan adalah menjawab bagaimana mendobrak partisipasi, selain itu pemilu dan pemilihan juga harus dibuat semenarik serta seefisien mungkin, sehingga untuk mewujudkan hal inilah, KPU Makassar saat ini sedang berproses menuju digitalisasi Pemilu,"paparnya.

Hadir juga Gunawan Mashar, selaku Koordinator Devisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Makassar  dengan materinya "Komunikasi Publik dalam Sosialisasi Pemilu

Gunawan menekankan bagaimana pentingnya penyampaian informasi secara efektif terutama mengenai Pemilu dan Pemilihan

. Hadir juga pemateri ketiga,Endang Sari (Komisioner KPU Makassar kordiv Sosdiklih, Parmas dan SDM), yang membawakan materi terkait "Politisasi Sara dan ancaman keberagaman".

Endang menyampaikan bahwa isu Sara sangat berbahaya bagi masyarakat, KPU sadar betul bahwa isu dan politisasi Sara selalu mejadi hal yang harus kita hadapi saat Pemilu digelar dan itu bisa mengancam keutuhan, sehingga penting untuk berhati-hati terutama dalam memfilter informasi yang beredar.