JENEPONTO, BUKAMATA - Pasangan suami istri, Amir - Indah, tinggal di sebuah rumah yang nyaris ambruk, di Kampung Boyong Dalam, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kabupaten Jeneponto. Amir yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini memiliki empat orang anak yang masih kecil.
Atap rumah yang ditempati Amir dan Indah, beserta empat anaknya, sudah hancur termakan usia. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu (gamacca) sudah tidak terbentuk. Rangka rumah harus ditopang penyangga dari luar serta tiang utama diikat ke tiang luar, agar tidak roboh ke tanah.
"Saya kadang utang sama tetangga untuk makan, dan anak saya kerja harian di warung makan untuk keperluan sehari-hari," tutur Amir.
Karena terkendala biaya, anak pertamanya, Juliana (15 tahun) terpaksa putus sekolah, karena harus menjadi tulang punggung keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.
"Anak saya (Juliana) putus sekolah dan tiga lainnya. Kalau musim hujan, saya dan keluarga menumpang di rumah tetangga karena atap rumah bocor. Saya berharap mendapat perhatian pemerintah, minimal kondisi rumah yang layak," harapnya. (*)
Penulis: Hasgas
BERITA TERKAIT
-
Temui Hamka B Kady, Bupati Jeneponto Harap Dukungan Peningkatan Infrastruktur Jalan Hingga Pembangunan Pasar Turatea
-
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026, Targetkan Prestasi dan Junjung Sportivitas
-
Dari Lapangan Kantor Bupati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting
-
Gubernur Sulsel Bantu Dg Sangkala, Warga Jeneponto yang Lumpuh dan Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk
-
Melalui Gesit Data Presisi, Dinas P2KB Jeneponto Perkuat Validasi Data untuk Percepatan Penurunan Stunting