JENEPONTO, BUKAMATA - Pasangan suami istri, Amir - Indah, tinggal di sebuah rumah yang nyaris ambruk, di Kampung Boyong Dalam, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kabupaten Jeneponto. Amir yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini memiliki empat orang anak yang masih kecil.
Atap rumah yang ditempati Amir dan Indah, beserta empat anaknya, sudah hancur termakan usia. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu (gamacca) sudah tidak terbentuk. Rangka rumah harus ditopang penyangga dari luar serta tiang utama diikat ke tiang luar, agar tidak roboh ke tanah.
"Saya kadang utang sama tetangga untuk makan, dan anak saya kerja harian di warung makan untuk keperluan sehari-hari," tutur Amir.
Karena terkendala biaya, anak pertamanya, Juliana (15 tahun) terpaksa putus sekolah, karena harus menjadi tulang punggung keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.
"Anak saya (Juliana) putus sekolah dan tiga lainnya. Kalau musim hujan, saya dan keluarga menumpang di rumah tetangga karena atap rumah bocor. Saya berharap mendapat perhatian pemerintah, minimal kondisi rumah yang layak," harapnya. (*)
Penulis: Hasgas
BERITA TERKAIT
-
Dikunjungi Mei 2025 Lalu, Gubernur Andi Sudirman Kini Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Takalar
-
Raih Indeks SDI Diatas Rata-rata, Dinas Kominfotik Jeneponto Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Data Daerah
-
Kabid Humas dan IKP Diskominfo Jeneponto Terima Penghargaan dari Kapolres
-
Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi dan Administrator, Bupati Jeneponto Dorong Percepatan Pembangunan
-
Sepanjang 2025, Hamka B Kady Bangun Ribuan RTLH Hingga Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera