Redaksi : Kamis, 10 Februari 2022 15:06
Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Muhyiddin Mustakim

MAKASSAR, BUKAMATA - Proses belajar mengajar secara tatap muka tidak dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Makassar. Untuk sementara pembelajaran dilakukan secara virtual.

Hal itu menyusul ada delapan guru dan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya, untuk sementara dilakukan lockdown di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Muhyiddin Mustakim mengatakan, bahwa kejadian ini merupakan yang pertama di Makassar selama Pembelajaran Tata Muka (PTM) 100 persen berlangsung.

"Kita lockdown dulu selama satu minggu, lalu dilanjutkan dengan proses belajar daring satu minggu. Kita sementara kan sterilkan dulu," kata Kadis Pendidikan Makassar, Kamis (10/2/2022).

Sementara untuk guru lanjut Muhyiddin akan tetap sekolah nantinya guna memberikan pelajaran secara daring kepada seluruh siswa.

"Untuk sementara ini yang positif 4 orang guru dan empat orang siswa di SMP 8. Mulai hari ini sudah pembelajaran online," jelasnya.

Muhyiddin menerangkan, para siswa dan guru dari SMPN 8 ini telah menjalani pemeriksaan tes PCR dari Puskesmas Batua, namun belum ada hasil apakah ada penambahan kasus atau tidak.

"Semua sudah di swab. Yang penting SMP di Makassar akan segera melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di sekolah," pungkasnya.

Diketahui, penyebaran Covid-19 di SMP 8 ini jelas Muhyiddin berawal dari seorang guru yang akan menjalani operasi, sehingga dilakukan tes PCR. Namun, hasil tesnya belum keluar kemudian guru tersebut tetap datang ke sekolah untuk mengajar.