Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
IPB Univesity menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemda Luwu Utara dengan tema The Economics of Ecosystem and Biodiversity (TEEB) for Agriculture and Food Initiative in Indonesia (TEEBAgriFood).
LUTRA, BUKAMATA — IPB Univesity menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemda Luwu Utara dengan tema The Economics of Ecosystem and Biodiversity (TEEB) for Agriculture and Food Initiative in Indonesia (TEEBAgriFood).
Berlangsung di Aula Lagaligo, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (8/2/2022), kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.
FGD ini bertujuan untuk mengindentifikasi permasalahan dan kendala pada perkebunan kakao rakyat dan implementasi sitem agroforestri kakao di Kabupaten Luwu Utara. TEEBAgriFood yang merupakan kerjasama The United Nation Environment Programme (UNEP) dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Nunung Nuryartono mengatakan, pihaknya meyakini bahwa Luwu Utara akan menjadi suatu kabupaten yang bisa berkembang lebih pesat. Khususnya, ketika memanfaatkan berbagai potensi ekonomi yang berhubungan erat dengan sumber daya alam yaitu berbagai produk-produk pertanian, perikanan dan perhutanan.
"Potensi ini memang menjadi salah suatu penggerak ekonomi Luwu Utara,"ungkapnya.
Olehnya, Kata Nunung, pihaknya bersama Bappenas dan juga The United Nation Environment Programme (UNEP), memilih Kabupaten Luwu Utara dengan alasan potensi yang dimiliki wilyah tersebut.
Nunung berharap, Lutra bisa menjadi contoh bagi kabupaten dan wilayah lain di Indonesia. Bagaimana Luwu Utara tetap mempertahankan sumber daya alam seiring dan sesuai apa yang disampaikan oleh ibu bupati bahwa Kakao lestari, sagu abadi dan pangan berkelanjutan.
"Ini hal yang penting, meskipun memang pintu masuk dari apa yang kami lakukan diawali dengan komoditi kakao yang sudah lama berkembang di Luwu Utara, tapi dari berbagai kendala yang dihadapi sehingga perlu diselasaikan bersama, "harap Nunung Nuryartono yang juga sebagai Ketua Tim Peneliti TEEBAgriFood – Indonesia.
Dalam FGD ini, kata Nunung, pihaknya mendapatkan masukan terkait potensi-potensi ekonomi yang memiliki manfaat jangka panjang sehingga seluruh masyarakat akan terus menikmati apa yang menjadi potensi yang bisa dikembangkan di Luwu Utara.
"kami sudah melihat potensi di Luwu Utara, pertama kali di Luwu Utara namun sudah jatuh cinta dengan keramahan warga, dan kuliner Ulu Bete, durian, kapurung dan sagunya luar biasa di Luwu Utara. tidak kami temui kuliner ini di Jakarta, "pungkasnya.
"Ekosistem yang sehat, adalah ekosistem berkelanjutan. ekosistem yang kuat yang dapat memberikan yang lemah. ini Luwu Utara recovery nya cepat, "tutupnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam samputannya menyampaikan, Luwu Utara memiliki tanah yang subur dan berbagai potensi. Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi Tim IPB Univesity yang menjadikan Lutra sebagai salah satu kabupaten fokus kegiatan penelitian kakao dari berbagai asepek lingkungan, kondisi tanah, sosial, dan ekonomi, meski tidak menutup ruang komoditi lain seperti kopi, ataupun komoditi lain dengan memanfaatkan area Hutan Kemasyarakatan (HKm) dalam perhutanan sosial yan dimiliki Kabupaten Luwu Utara.
"kami berharap kegiatan ini apa yang menjadi pelengkap souvenir yang sudah begitu banyak, kalau kita bicara kakao sudah banyak aktivitas sudah kami lakukan. namun memang tak cukup-cukup karna perkembangan teknologi, informasi kemudian ilmu pengetahuan dan belum lagi kondisi alam yang terus mengalami perubahan,"ujarnya.
Menurut Indah, kehadiran perguruan tinggi sangat penting dalam melengkapi semua upaya yang dilakukan pemereintah daerah. terutama untuk memastikan bahwa sektor perkebunan yang menyumbang search Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kepada Kabupaten Luwu Utara sekitar 22%, sektor pertanian dalam arti luas penyumbang search Produk Domestik Regional Bruto tertinggi dari sektor lain yaitu 47,02%.
"saya kira ini angka yang cukup besar dan kita berharap tidak hanya sekedar besar di angka-angka. namun takkala penting bagaimana kemudian berdampak pada kesejahtraan petani dan tentu juga berdampak pada terjaganya lingkungan berkelanjutan yang kita butuh pasca banjir bandang (recovery) terkait sektor perkebunan kakao yang terdampak,"imbuhnya.
Pemerintah Luwu Utara berkomitmen untuk melakukan pendekatan kondisi alam, kultur yang ada disekitarnya sehingga tidak menjadi merasa asing apa yang mereka lakukan.
"Pemda Luwu Utara berkomitmen pada komoditi unggulan agar dapat terjaga seperti Kakao lestari, sagu abadi, pangan berkelanjutan, "tutupnya.
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33