MAKASSAR, BUKAMATA - Lembaga adat dan budaya Parewabessi, semakin memperlihatkan keseriusannya dalam membangun kesadaran pelestarian benda pusaka, dengan mengajak milenial untuk bergabung. Saat ini, 40 persen pengurus Parewabessi diisi oleh milenial.
Wakil Ketua I Parewabessi, Andi Ashari ST, mengatakan, Parewabessi merupakan lembaga yang melestarikan adat, budaya dan tradisi, utamanya benda pusaka seperti keris dan tombak. Awalnya, lembaga ini terbentuk dari sebuah komunitas di tahun 2015.
"Melihat peminat yang semakin bertambah dan eksis di kalangan masyarakat, para pengurus akhirnya serius mendaftarkan komunitas ini menjadi sebuah lembaga di tahun 2020 lalu. Sudah secara resmi terdaftar di Kemenkumham," jelas Ashari, di sela Pengukuhan/Pelantikan Dewan Pengurus Pusat Lembaga Seni Adat dan Budaya Sulawesi Parewabessi Periode 2022 - 2024, di Baruga Anging Mammiri, Minggu, 6 Februari 2022 lalu.
Ia menuturkan, Parewabessi adalah gambaran keharmonisan persaudaraan antar Suku Makassar, Luwu, Mandar, dan Bugis. Ke depan, Parewabessi akan lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat, untuk memberikan edukasi terkait adat budaya serta sejarah, utamanya bagi kaum milenial.
"Kita harap generasi milenial lebih peka dan turut menjaga kelestarian adat budaya di era modernisasi ini," ujarnya.
Ashari menambahkan, saat ini milenial belum terlalu mengenal terkait benda pusaka. Karena itu, Parewabessi juga akan melakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten kota di Sulsel. (*)