Dewi Yuliani : Minggu, 06 Februari 2022 09:01
Kader PDIP Nursalam bersama Kepala Baguna PDIP Sulsel, dr Fadli Ananda.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kekosongan posisi Wakil Gubernur Sulsel yang sebentar lagi ditinggalkan Andi Sudirman Sulaiman yang akan dilantik sebagai Gubernur Sulsel definitif, menjadi perhatian serius PDIP. Kader PDIP, Muhammad Nursalam, mengatakan, momentum ini mesti menjadi perhatian serius partainya mendorong kader sebagai wagub.

Diantara nama yang beredar adalah Ketua Mahkamah Partai yang juga Legislator Sulsel Andi Ansyari Mangkona. Bagi Salam, sapaan Muhammad Nursalam, momentum ini mesti menjadi perhatian serius elite PDIP, baik di Sulsel dan DPP untuk bangkit, setidaknya menjadi tiga besar.

"Bila ingin meningkatkan elektabilitas partai, posisi wagub mesti dikunci," tegasnya.

Sebagai partai pengusung, lanjut Salam, ini menjadi momentum PDIP memperjuangkan kader. "Kami harap ketua DPW dan pengurus DPP memperhatikan ini," kata Salam.

Lobi politik dan komunikasi lintas partai di tingkat pengurus elite dibutuhkan. Soal figur yang diusulkan partai, ungkap Salam, tidak hanya Ansyari. Sosok Ketua Baguna Sulsel, dr Fadli Ananda disebutnya layak diduetkan dengan Andi Sudirman.

Ia juga menepis isu yang menyebutkan gubernur definitif nantinya akan bekerja tanpa wakil. Dalam kalkulasi politiknya, hal itu justru merugikan gubernur dalam memimpin pemerintahan.

Terpisah, dr Fadli Ananda enggan mengomentari wacana yang menyebut dirinya masuk dalam bursa pengusungan Calon Wagub Sulsel. Baginya, siapa pun kader partai yang ditetapkan mesti didukung untuk kemaslahatan daerah. Namun secara pribadi, dia berharap posisi tersebut diisi kader PDIP.

Diketahui, pada Pilgub Sulsel 2018 lalu, Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman diusung tiga parpol. PDIP, PAN, dan PKS. Nurdin Abdullah diberhentikan secara tetap sebagai Gubernur Sulsel karena tersangkut masalah hukum. (*)