Samsul Bahri
Samsul Bahri

Rabu, 05 Januari 2022 14:37

Dengan menerpakan protokol kesehatan yang ketat, Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kakao berlangsung di Kantor Bappelitbangda, Selasa (4/1/2022).
Dengan menerpakan protokol kesehatan yang ketat, Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kakao berlangsung di Kantor Bappelitbangda, Selasa (4/1/2022).

Bahas Peluang dan Tantangan Hulu-Hilir Pengembangan Kakao, Bappelitbangda Gelar FGD

Kakao merupakan sumber penghidupan bagi jutaan penduduk Indonesia. Secara nasional, kakao memberikan kontribusi yang sangat besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

LUWU UTARA, BUKAMATA - Badan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Luwu Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kakao di Kantor Bappelitbangda, Selasa (4/1/2022).

Focus Group Discussion (FGD) digelar karena Kakao adalah salah satu komoditas unggulan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Luwu Utara sendiri.

FGD yang dilaksanakan secara daring dan luring ini dipimpin Kepala Bappelitbangda Alauddin Sukri, dan diikuti Kepala Dinas Pertanian Rusydi Rasyid, Kepala KPH Rongkong dan KPH Kalaena, Perwakilan DLH dan DP2UKM serta mitra dari SFITAL, ICRAF, PT. Mars dan Rainforest Alliance.

“FGD membahas tentang peluang dan tantangan hulu-hilir pengembangan budidaya Kakao sampai ke pemasarannya sebagai tindak lanjut dari Penyusunan Peta Jalan Kakao Berkelanjutan di Kabupaten Luwu Utara,” kata Kepala Bappelitbangda, Alauddin Sukri.

Alauddin mengatakan, untuk mewujudkan Kakao Lestari di Kabupaten Luwu Utara, maka keterlibatan semua stakeholder menjadi sangat penting untuk mengakomodir salah satu Major Project 5 BISA tersebut ke dalam RPJMD Luwu Utara.

“Dengan banyaknya stakeholder terkait, dengan peran masing-masing, maka diperlukan sinergi dan kolaborasi bersama dalam upaya mewujudkan kakao lestari yang menjadi salah satu Major Project 5 Bisa yang terakomodir dalam RPJMD Kabuapten Luwu Utara,” jelas dia.

“Pemda bersama stakeholder lainnya akan terus berusaha mewujudkan kakao berkelanjutan di Kabupaten Luwu Utara dengan berbagai langkah strategis, salah satunya bagaimana pengembangan hulu-hilir komoditas kakao ini dilakukan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Lutra #Bupati Indah Putri Indriani #kakao