BUKAMATA - Begitu banyak sosok dan cerita yang mengiringi tercapainya target 70 persen vaksinasi Covid-19 di Sulsel. Perjuangan mereka mengusir pandemi Covid-19 dari gumi patuh karya tersimpan rapi dalam ingatan. Susah senang, pahit getir yang mereka alami tak akan pernah hilang. Perasaan itu tertanam bersama kebahagiaan yang datang ketika warga terbebas dari pandemi dan ekonomi pulih kembali.
Anti, tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Kabupaten Bone menyusun berkas warga yang sudah menerima vaksin Covid-19. Saking banyaknya, berkas tersebut harus dibawa untuk dikerjakan di rumah. Selanjutnya dimasukan dalam sistem pendataan.
Setiap hari, Puskesmas di Kabupaten Bone diberi target minimal 100 orang menerima vaksinasi. Dengan harapan sampai akhir tahun, semua warga yang berada di wilayah kerja Puskesmas bisa 100 persen menerima vaksin Covid-19.
"Sampai akhir tahun akan sangat sibuk," kata Anti.
Di Kabupaten Gowa, Pemerintah menggandeng organisasi pelajar. Agar bisa bersinergi mempercepat vaksinasi. Sesuai target nasional yaitu 70 persen masyarakat harus sudah divaksin.
"Pemerintah Kabupaten Gowa siap mendukung jika ingin melakukan kegiatan vaksinasi, hubungi saya. Kami akan siapkan tim vaksinasi di tempat yang sudah ditentukan," ungkap Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Kamsina.
Presiden RI Joko Widodo meminta pemerintah daerah mencegah bahaya varian baru virus Corona, B.1.1.529 atau varian Omicron.
Hal itu disampaikan Jokowi kepada seluruh satuan TNI, Polri, dan kepala daerah seluruh Indonesia secara virtual, Kamis (16/12/21).
Jokowi mengatakan, ada tiga hal yang perlu dilakukan yakni perketat protokol kesehatan, cek ketersediaan obat, rumah sakit, dan percepatan vaksinasi.
“Berkaitan dengan varian omicorn. Omicron masuk ke 88 negara. Jumlah kasusnya naik 3 kali lipat dalam 3 hari ini. Lebih cepat menular jangan lengah,” ujar Jokowi.
Merujuk instruksi tersebut, Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengaku akan mempercepat proses vaksinasi.
“Makassar akan segera berbenah termasuk mempercepat vaksinasi,” ucapnya.
Pencegahan penyebaran omicorn, menurut Danny Pomanto yakni pertegas penegakan prokes dan tidak melakukan kerumunan.
Sehingga Natal dan Tahun baru ditiadakan. Acara dilaksanakan di rumah masing-masing.
Tak hanya itu, proses percepatan vaksinasi akan dilaksanakan. Dengan melibatkan semua honorer dan PNS di Kota makassar.
“Setiap honorer nanti wajib membawa 10 orang peserta vaksin 10 diantaranya ada empat orang lansia. Begitu pula dengan PNS yang wajib membawa 25 orang per orang peserta vaksin setengahnya wajib lansia,” imbaunya.
Tak hanya itu, secepatnya Danny Pomanto akan melakukan vaksin berhadiah di setiap kecamatan.
“Jadi yang bawa orang vaksin dan peserta vaksin mendapatkan kupon yang akan diundi. Hal ini dilakukan agar vaksin bisa segera mencapai diatas 90 persen,” harapnya.
Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pun memberikan penegasan untuk melakukan kebut vaksinasi kepada Kepala Sekolah tingkat SMA/Sederajat di Sulsel. Termasuk bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).
Hal itu disampaikan kepada para kepala sekolah saat melakukan pertemuan virtual pada Rapat Koordinaasi Perkembangan Vaksinasi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Sulsel, Jumat 17 Desember 2021.
Andi Sudirman mendorong percepatan vaksinasi bagi kalangan pelajar di Sulsel. Mengingat, pelajar SMA/sederajat menjadi salah satu sasaran vaksinasi Covid-19.
Tidak hanya sekolah SMA/sederajat Negeri, Andi Sudirman pun mendorong vaksinasi juga dikebut di sekolah SMA/Sederajat swasta di Sulsel.
Adapun capaian vaksinasi Covid-19 hingga tanggal 17 Desember 2021, pelajar SMA/sederajat di Sulsel untuk dosis 1 yakni 287.098 atau 80,20% dan dosis 2 yakni 220.379 atau 61,56%. Sementara guru dan tenaga kependidikan untuk dosis 1 yakni 30.429 atau 88,93% dan dosis 2 yakni 29.296 atau 85,38%.
Meski melebihi 70 persen, namun jika dilihat dari masing-masing Kabupaten/Kota, masih banyak cakupan vaksinasi yang kurang dari 70 persen.
“Ini yang kedua kali ini saya tegaskan, setiap sekolah target capaian vaksinnya harus minimal 70 persen,” tegasnya.
Cakupan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar ini, menjadi salah satu indikator penilaian kinerja bagi kepala sekolah.
"Mari kita terus kebut vaksinasi menuju 70 persen hingga akhir Desember 2021. Untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok)," tegasnya.
BERITA TERKAIT
-
Binda Sulsel Tetap Massifkan Vaksinasi di Tengah Libur Panjang
-
H-1 Ramadhan, Vaksinasi Massal Brimob Bone Diserbu Warga
-
Support Program Pemkot Makassar, Golkar Gelar Vaksin Massal
-
Percepat Vaksinasi 100 Persen, Pemkab Takalar Kerjasama BINDA Sulsel
-
TNI AL Di Makassar Genjot Percepatan Vaksinasi Covid 19 Untuk Anak 6-11 Tahun Dengan Menyasar Sekolah Dasar