SELAYAR, BUKAMATA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim tim khsusus Trauma Healing untuk warga pengungsi korban gempa di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah mengatakan, Trauma Healing memang perlu dilakukan mengingat hingga saat ini masih ada 16.593 warga yang mengungsi karena masih khawatir dan cemas dengan gempabumi susulan.
Di sisi lain, menurut Jarwansyah, sebagian warga mengingat peristiwa gempa bumi yang diikuti gelombang tsunami pada 12 Desember 1992 dan menewaskan kurang lebih 2.500 jiwa.
“Kita juga akan segera mengirimkan tim untuk trauma healing. Melakukan pendampingan kepada warga terdampak. Harapannya semoga warga segera dapat kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Jarwansyah.
Selain itu, tambah Jarwansyah, pihaknya juga memberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak yang rumahnya rusak berat dan tidak dapat dihuni lagi. Dana tersebut akan diberikan hingga proses perbaikan rumahnya selesai.
“Kita akan berikan dana tunggu hunian sampai rumahnya selesai dibangun,” jelas Jarwansyah.
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendukung Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam upaya percepatan penanganan bencana gempabumi Flores bermagnitudo 7,4.
“BNPB akan terus mendampingi BPBD Kabupaten Selayar dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan asesmen kerusakan permukiman maupun infrastruktur yang ada. Kita berharap proses ini bisa untuk segera recovery, jadi masyarakat tidak terlalu lama di pengungsian,” jelas Jarwansyah.
BERITA TERKAIT
-
Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Pulau Bawean, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Bupati dan Wabup Kepulauan Selayar Panen Raya Padi Serentak di Desa Mare Mare
-
Momentum Lebaran, Bupati Natsir Ali Terima Kunjungan dan Bantuan Bibit Unggul dari Bupati Andi Utta
-
Bupati Kepulauan Selayar Gelar Open House Lebaran Idulfitri
-
Bupati dan Wabup Kepulauan Selayar Salat Idulfitri Bersama Masyarakat di Lapangan Pemuda