Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Rabu, 01 Desember 2021 18:31

Achmad Nur Hidayat. IST
Achmad Nur Hidayat. IST

Muncul Varian Omicorn, Pakar Sarankan Indonesia Tutup Bandara dan Pelabuhan dari WNA

Indonesia harus menutup seluruh bandara dan pelabuhan dulu selama 14 hari untuk mencegah masuknya varian Omicorn tersebut.

BUKAMATA - Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengatakan bahwa Indonesia tidak tepat hanya melarang WNA dari 11 Negara Asing masuk ke RI.

Menurutnya, Indonesia harus menutup seluruh bandara dan pelabuhan dulu selama 14 hari untuk mencegah masuknya varian Omicorn tersebut.

"Indonesia harus membatasi seluruh warga asing tidak hanya dari Afrika Selatan dan Hongkong, untuk mencegah penyebaran varian baru omicorn" Ujar ANH sapaan dari Achmad Nur Hidayat yang juga Co-Founder Narasi Institute.

ANH menambahkan, Indonesia harus belajar dari varian delta. sebab saat varian delta muncul, Indonesia terlambat menutupnya, konsekuensinya kematian mencapai 140 ribu orang dan ekonomi mengalami defisit 550 triliun sampai Oktober 2021.

"Kematian 140 ribu orang dan defisit Rp550 triliun itu adalah keterlambatan tutup pintu pelabuhan dan bandara, apakah sekarang kita akan ulang lagi yaitu terlambat saat omicorn tiba" Ujar ANH.

ANH mengingatkan windows of oppotunity Indonesia dalam menutup bandara tersebut sangat sempit, sehingga penutupan bandara dan pelabuhan harus dilakukan segera.

"Windows of opportunity dalam menutup bandara sangat kecil sehingga penutupan pelabuhan dan bandara tersebut harus cepat. Bila kasusnya sudah masuk di Indonesia, maka penutupan tersebut menjadi tidak berguna lagi." Tambah ANH

Patut diingat pada 30/11 lalu, Luhut B Panjaitan mengumumkan bahwa Indonesia menutup kedatangan di bandara untuk WNA dari 11 negara yaitu Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong.

ANH mengingatkan bahwa Omicorn ini lebih infeksius 5 kali lipat daripada varian delta sehingga efeknya akan lebih parah bila terlambat. ANH minta pemerintah jangan mau kena jebakan COVID untuk ketiga kalinya.

"Para pembuat kebijakan harus cepat dan berani, bila tidak kita kena jebakan covid untuk ketiga kalinya" Ujar Hidayat.

ANH menyampaikan bahwa pendekatan vaksinasi untuk mencegah penyebaran varian baru omicorn masih dipertanyakan keampuhannya, namun hari ini 1/12 Korea Selatan mengajarkan bahwa vaksinasi yang sudah mencapai 80 persen penduduk ternyata tidak mampu membendung lompatan kasus baru COVID yang dilaporkan menteri kesehatan Korea selatan dimana 1 Desember terjadi lonjakan kasus baru covid 5,123 kasus baru.

"Vaksinasi ternyata belum cukup menghentikan laju kasus baru seperti yang terjadi di Korea Selatan pada awal Desember 2021 ini, Mereka sudah 80 persen populasi tervaksin dua kali namun terjadi kenaikan kasus baru 5,123 pasien," bebernya.

ANH menyimpulkan Indonesia harus melakukan langkah beda dari pendekatan selama ini, termasuk kemungkinan mengembangkan ekonomi mandiri tanpa mengandalkan negara lain bila mau keluar dari Jebakan Covid.

"Indonesia perlu meniru Jepang dan Israel, mengisolasi diri dari luar saat varain baru omicorn muncul," pungkasnya.

 

#Achmad Nur Hidayat #Covid-19

Berita Populer