MAKASSAR, BUKAMATA - Pasca insiden penyerangan asrama penyerangan mahasiswa Bone, Luwu dan Palopo di Kota Makassar, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda Sulawesi Selatan di Baruga Lounge kantor Gubernur, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sujana, Kasdam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Amping Bujasar Tangdilintin, Sekda Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, Bupati Luwu Basmin Mattayang, Wali Kota Palopo Judas Amir.
Hadir pula, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, Dandimtabes 1408 Kolonel Dwi Irbaya, Karo Ops Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Muhan Daeng Pabali, Ketua kerukunan Masyarakat Luwu dan Ketua kerukunan Masyarakat Bone.
Dalam pertemuan tersebut, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sulsel dan Kapolrestabes Makassar atas inisiatif dalam rangka mencegah melebarnya kejadian tersebut.
Sudirman menegaskan, antara kedua belah pihak (IPMIL dan Kepmi) tidak ada persoalan. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini hanya urusan pribadi yang dibesar-besarkan.
"Ada oknum yang mengalamatkan masalah tersebut ke ranah suku atau daerah yang dianggap bertikai sejak lama. Padahal kalau kita tanya Kepmi dan IPMIL mereka satu jalan, tidak ada masalah, itu (konflik) dulu-dulu saja," ucap Andi Sudirman Sulaiman.
Sementara itu, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana menegaskan, sudah pihaknya melakukan langkah-langkah strategis terkait konflik antara mahasiswa Bone dan Luwu.
"Dari datadata yang ada permasalahan antara Luwu dengan Bone sudah lama terjadi dan perlu dicari akar permasalahannya. Untuk itu, kami mengharapkan keterlibatan dari semua pihak dan perlu ada komunikasi serta perhatian dari kepala daerah dengan cara mengumpulkan dalam satu wadah,' ungkap Nana Sudjana.
Dia juga meminta meminta kepada pemerintah daerah dan masing-masing kerukunan untuk terjun langsung dan tidak membiarkan kejadian ini melebar dan mengambil langkah langkah konkrit.
Senada, Wali Kota Palopo, Judas Amir mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan orang tua korban, dan mereka sepenuhnya menyerahkan sepenuhnya penanganan ke pihak kepolisian.
"Kami mengharapkan agar pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku, termasuk menangkap pelaku penyebar Hoaks," ujar Judas.
Senada mewakili Bupati Bone, Asisten I Kabupaten Bone mengucapkan terima kasih atas langkah-langkah yang diambil pihak kepolisian untuk mengantisipasi sehingga konflik antara mahasiswa asal Palopo dan Bone tidak melebar.
"Bone dan Luwu adalah dua daerah yang tidak terpisahkan jika dilihat dari sejarahnya," bebernya.
Penulis: Maulana
BERITA TERKAIT
-
Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Balampangi, Penghubung Sinjai–Bulukumba
-
Pasca Aksi dan Blokade Jalan, Gubernur Sulsel Temui Tokoh dan Mahasiswa Luwu Raya
-
Forum Diskusi Bahas Pemekaran Luwu Raya, Sekda Sulsel Beri Penegasan Aturan Syarat