YOGYAKARTA, BUKAMATA - Salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan adalah pengurangan angka stunting atau kondisi gagal tumbuh. Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sulawesi Selatan telah merekrut penyuluh mandiri dari 26 lembaga.
Guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para penyuluh mandiri ini, DP3AKB Provinsi Sulsel mengikutsertakan para penyuluh mandiri dalam kunjungan kerja di Provinsi Yogyakarta, 25 sampai 27 November 2021.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKB Sulsel, Andi Tenri Ola Rivai menyatakan, Yogyakarta merupakan salah satu percontohan dalam pembinaan program keluarga berencana dan pencegahan stunting.
Baca Juga :
"Yogyakarta mendapat penghargaan dari Presiden Jokowi sebagai kampung KB percontohan dan juga pencegahan stunting terbaik. Inilah yang kami mau pelajari,” ungkap Andi Tenri saat berkunjung di kantor BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan kunjungan ini, lanjut Andi Tenri, kader penyuluh mandiri dapat memberikan penjelasan yang tepat di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam program keluarga balita dan remaja.
Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta, Shodiqin menjelaskan, dengan adanya Kampung KB pihaknya mendapat dua penghargaan sekaligus. "Adapun penghargaan itu yaitu pendataan tercepat dan penghargaan pejabat pengelolah informasi dan dokumentasi," ungkapnya.
Shodiqin menambahkan, jumlah Kampung KB di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini sebanyak 171 lokasi. Yang mana tersebar di 5 kabupaten/kota. "Untuk Kampung KB ini, total anggaran yang digelontorkan sekira 28 miliar," pungkasnya.