Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 24 November 2021 10:34

Orang tua mempelai wanita dan pria.
Orang tua mempelai wanita dan pria.

Putranya Dilamar Wanita, Ini Pernyataan Orang Tua Calon Mempelai Laki-laki di Pinrang

Putranya dilamar oleh gadis di Pinrang, begini respons orang tua calon mempelai pria.

PINRANG, BUKAMATA - Viral seorang pemuda dilamar oleh gadis di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Video prosesi mappetuada atau melamar dalam tradisi Bugis itu, viral di media sosial.

Dibagikan pertama kali di Facebook Nursheaty Tanty pada Senin, (22/11/2021).

Diketahui nama asli dari akun Facebook Nursheaty Tanty itu yakni Nursiati.

Ia merupakan tante dari mempelai laki-laki.

Keluarga dari kedua kedua mempelai sepakat untuk tidak menyebutkan nama calon mempelai.

Hal itu dikarenakan, keduanya masih menempuh pendidikan.

Orang tua dari pihak laki-laki mengaku senang dan bangga karena anaknya dilamar.

"Alhamdulillah. Saya merasa bangga dan senang. Putra saya dilamar," kata Diana saat ditemui di kediaman kerabatnya, Selasa, (23/11/2021).

Dikatakan, putranya baru mengetahui telah dilamar usai prosesi lamaran tersebut berakhir.

"Iya dia orangnya penurut, jadi mau ji," ucapnya.

Diketahui, putra Diana saat ini berkuliah dan sudah semester satu di salah satu universitas di Jakarta

"Anak saya dulunya pesantren selama 6 tahun. Kemudian lanjut kuliah di Jakarta saat ini," tuturnya.

Diana mengatakan ia menerima lamaran dari anak Asmira karena keluarganya baik dan sopan.

"Kami menerima lamaran itu karena mama dan anaknya baik. Apalagi saya sudah lama kenal calon besan saya," ujarnya.

Dikabarkan putra dari Diana ini sudah banyak yang ingin melamar.

Karena anak putra Diana dikenal mempunyai kepribadian yang baik dan sopan.

Apalagi dari lulusan pesantren.

Ia pun membenarkan jika putranya banyak yang ingin melamar.

"Iya, alhamdulillah (banyak yang mau lamar)," ungkapnya.

Hanya, saja Hj Asmira duluan datang ke rumahnya dan mengutarakan untuk melamar putra pertamanya itu.

"Iya, (duluan datang) jadi saya terima," bebernya.

Meskipun anaknya sudah dilamar, namun proses pernikahan belum dilaksanakan waktu dekat ini.

Calon mempelai perempuan juga masih menempuh pendidikan di salah satu SMP di Pinrang.

Jadi menunggu calon mempelai perempuan cukup umur dulu.

Rencananya pernikahan dilakukan 3 atau 4 tahun lagi.

"InsyaAllah kita langsungkan pernikahan kalau anak saya sudah selesai kuliah," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Video keluarga perempuan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, tengah melamar calon pengantin laki-laki viral di media sosial.

Video prosesi mappetuada atau melamar dalam tradisi bugis itu dibagikan oleh akun Facebook Nursheaty Tanty.

Diketahui nama asli dari akun Facebook Nursheaty Tanty itu yakni Nursiati.

Ia merupakan tante dari mempelai laki-laki.

"Acara mappettuada di rumah laki". Laki" di lamar sama perempuan sebanyak Rp 500.000.000,  2 ekor sapi, 300 rak telur, dll masih banyak panaiknya,"tulis Nursiati  dalam postingan videonya.

Dalam video yang viral itu, kedua keluarga sudah berkumpul.

Prosesi lamaran ini melibatkan dua keluarga yaitu keluarga Hj Mira dari pihak mempelai perempuan.

Ia merupakan warga Desa Mattiro Ade, Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang.

Sementara calon mempelai laki-laki yaitu keluarga Hj Diana warga Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang

Proses lamaran tersebut pun dilakukan di rumah mempelai laki-laki.

Tampak dari video yang beredar, Hj Mira yang mengenakan pakaian berwarna hitam dan Hj Diana yang mengenakan baju berwarna biru tengah duduk berdampingan.

Tampak pula seorang laki-laki yang bertindak sebagai MC membuka acara lamaran tersebut.

Belakangan diketahui, MC tersebut merupakan anggota DPRD Pinrang yang bernama Syariansyah.

"Acara lamaran yang dihelat pada Senin, 22 November 2021 ini yakni dari kedua keluarga Hj. Mirah dan Hj. Diana," ujar Sariansa dalam video tersebut.

Sariansa kemudian membacakan jumlah uang panaik yang disepakati kedua keluarga.

"Kesepakatan dalam acara mappetuada ini yakni uang sebesar 500 juta, gula pasir 5 sak, terigu 5 sak, telur 200 gram, dan bumbu makanan dan juga kue serta lainnya," bebernya.

Saat membacakan uang panaik, tampak seluruh keluarga bersorak riang.

Beberapa kerabat juga menyuruh Sariansa untuk membaca ulang kesepakatan uang panaik tersebut.

Selain itu, Sariansa juga membeberkan kejadian perempuan melamar laki-laki adalah  pertama kalinya.

"Baru kali ini terjadi. Pihak perempuan melamar laki-laki," ucapnya.

Penulis : Junaedi
#Pinrang