Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 24 November 2021 11:11

Hj Mira dan Hj Diana, orang tua kedua calon mempelai di Pinrang.
Hj Mira dan Hj Diana, orang tua kedua calon mempelai di Pinrang.

Ini Alasan Ibu Mempelai Perempuan Meminang Pria untuk Anaknya, Hj.Amira: Saya Suka Anak Itu

Ini sosok calon mempelai laki-laki di mata calon mertuanya.

PINRANG, BUKAMATA -- Seorang pemuda dilamar oleh gadis di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Video prosesi mappetuada atau melamar dalam tradisi Bugis itu viral di media sosial.

Prosesi lamaran ini melibatkan dua keluarga yaitu keluarga Hj Asmira atau akrab disapa Hj Mira dari pihak mempelai perempuan.

Ia merupakan warga Desa Mattiro Ade, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.

Sementara calon mempelai laki-laki yaitu keluarga Hj Diana warga Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang.

Diketahui, keluarga dari kedua kedua mempelai sepakat untuk tidak menyebutkan nama calon mempelai.

Hal itu dikarenakan, keduanya masih menempuh pendidikan. Ibu dari mempelai perempuan, Mira membeberkan bagaimana ia bisa melamarkan anak gadisnya dengan putra Diana.

Dirinya melamarkan anak perempuannya karena menyukai sifat calon besan dan juga anak dari besannya.

"Saya punya hubungan baik dengan bu Hj Diana," kata Mira saat ditemui,

Ia menyukai anak Diana karena menghargai orang tua dan juga lulusan pesantren.

Mira pun mencontohkan, sikap dari putra Diana yang ia suka.

"Anaknya itu sopan kalau minta uang sama mamanya. Dia duduk dulu, lalu minta uang. Berbeda dengan anak-anak lain pada umumnya," katanya.

Ia juga menegaskan kalau kriteria calon mantunya sudah pas dengan putra Diana.

Mira menjelaskan, umur anaknya masih belum memenuhi syarat untuk dinikahkan.

Sebab masih sedang menempuh pendidikan kelas 3 SMP, Sehingga untuk proses pernikahan belum direncanakan dalam waktu dekat ini.

"Kemarin itu masih lamaran, untuk pernikahan masih 3-4 tahun lagi," jelasnya.

Selain itu, menunggu putra Diana lulus kuliah dulu, Mira mengatakan ingin mengoreksi informasi yang beredar.

Dalam informasi tersebut disebutkan, ada dua ekor sapi yang juga bagian dari panaik, berdasarkan kesepakatan dalam acara mappetuada yang berlangsung Senin, 22 November itu, tidak ada sapi.

"Nominal uang pesta yang disepakati yakni Rp500 juta, 5 sak gula, 5 sak terigu, telur 200 rak dan bumbu-bumbu dan kue-kue," bebernya.

Alasan Mira memberi uang panaik dengan jumlah fantastis itu karena dari sisi bisnis usahanya yang cukup lancar.

Diketahui Mira mempunyai usaha ternak ayam yang terbesar di daerah Tiroang, Kabupaten Pinrang.

"Alhamdulillah bisnis ayam saya lancar, jadi tidak masalah (uang pesta mahal),"

Mira pun meminta doa kepada masyarakat agar niat baiknya itu bisa berjalan dengan lancar.

"Semoga niat baik ini bisa berjalan dengan lancar. Doakan yang terbaik saja. Kita tidak tahu kedepannya bagaimana. Tuhan yang menentukan," ucapnya

Penulis : Junaedi
#Pinrang