Redaksi
Redaksi

Minggu, 21 November 2021 10:43

Almarhumah Verawaty Fajrin semasa hidup.
Almarhumah Verawaty Fajrin semasa hidup.

Innalillahi...Legenda Juara Dunia Bulutangkis Indonesia Verawaty Fajrin Meninggal Dunia

Innalillahi wainnailaihi rojiun, legenda bulutangkis Indonesia, Verawaty Fajrin meninggal dunia.

JAKARTA, BUKAMATA - Innalillahi wainnailaihi rojiun. Dunia bulutangkis Indonesia berduka. Legenda juara dunia cabang olahraga badminton itu, Hj Verawaty Fajrin mengembuskan nafas terakhirnya di RS Dharmais Jakarta, Minggu, 21 November 2021, sekira pukul 06.58 WIB.

Itu diketahui dari postingan Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rahman di akun instagramnya. "Kami sekeluarga turut berdukacita. Insya Allah husnul khotimah. Aamiin YRA ~ #BungFADJROEL #DubesRIKazakhstanTajikistan," tulis Bung Fadjroel.

Wanita berusia 64 tahun itu, memang sempat dirawat di Rumah Sakit Dharmais akibat sakit kanker paruparu. Almarhumah disemayamkan di rumah duka di Kav. DKI Cipayung, Jl. Durian Blok T 1 no 23 RT 01 / 08, Cipayung, Jakarta Timur. Verawaty meninggalkan suami, H. Fajrin, seorang anak dan dua cucu.

Rencananya, sebelum jenazah Vera dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Minggu siang, sebelumnya akan disalatkan di Masjid Al Islam, kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Pada tunggal putri, Legenda Bulutangkis Indonesia kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1957 ini sukses menjuarai Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta. Dia menjadi kampiun usai di final mengalahkan rekannya, Ivana Lie,11-1, 11-3.

Setahun sebelumnya, bersama Imelda Wigoena, Vera juga merenggut juara All England 1979 setelah menekuk Atsuko Tokuda/Mikiko Takada (Jepang), 15-3, 10-15, 15-5.

Mereka pun menjadi pasangan ganda putri kedua Indonesia yang sukses di All England setelah Minarni/Retno Kustiyah yang melakukannya pada 1968. Bersama Imelda pula, Vera merebut emas SEA Games Manila 1981.
Legenda Bulu Tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin, Meninggal Dunia (2)

Selain itu, Vera sukses merebut medali emas Asian Games VIII/1978 di Bangkok, juga bersama Imelda. Mereka mengalahkan Chiu Yu Fang/Cheng Hui Ming (China) di partai final. Sebelumnya, mereka juga memenangi titel Denmark Terbuka 1978.

Di luar itu, masih prestasi besar lainnya. Bersama Eddy Hartono, Vera sebelumnya juga ikut mengantarkan Indonesia memboyong Piala Sudirman 1989.
Mereka menjadi penentu kemenangan tim Garuda 3-2 atas Korea Selatan di final setelah mengatasi Park Joo-bong/Chung Myung-hee, 18-13, 15-3.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bulutangkis

Berita Populer