Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 16 November 2021 07:56

CEO PT After Fit Indonesia, Cato Saito, Manager B2B Project Kemas Aulia, dan Manager Area Sulselbar Syamsul Mubarak, menemui Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 15 November 2021.
CEO PT After Fit Indonesia, Cato Saito, Manager B2B Project Kemas Aulia, dan Manager Area Sulselbar Syamsul Mubarak, menemui Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 15 November 2021.

Perusahaan Asal Jepang Akan Bangun PLTS di Kepulauan Selayar

Pihak perusahaan PT After Fit juga telah bertemu dengan Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Saiful Arif. Setelah melihat potensi Sulsel, perusahaan ini menargetkan lima kabupaten untuk pengembangan PLTS.

MAKASSAR, BUKAMATA - Salah satu perusahaan asal Jepang PT After Fit Indonesia yang berpusat di Jakarta, akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 10 MW di Kabupaten Selayar. Keseriusan calon investor ini ditunjukkan saat CEO PT After Fit Indonesia, Cato Saito, Manager B2B Project Kemas Aulia, dan Manager Area Sulselbar Syamsul Mubarak, menemui Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 15 November 2021.

Sebelumnya, pihak perusahaan PT After Fit juga telah bertemu dengan Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Saiful Arif. Setelah melihat potensi Sulsel, perusahaan ini menargetkan lima kabupaten untuk pengembangan PLTS.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan, selain di Selayar, ada beberapa daerah yang memiliki sumber potensi penghasil listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Setiap daerah di Sulsel memiliki sumber energi terbarukan yang bervariasi. Misalnya potensi energi dari angin atau bayu di Sulsel sebesar 800-2.000 MW. Untuk tenaga surya, punya danau yang luas seperti Danau Tempe, demikian juga di bendungan.

"Jadi peluang di Sulsel besar sekali, dan Sulsel adalah tempat paling bagus untuk energi baru terbarukan. Karena kita di seluruh Indonesia yang paling besar," kata Andi Sudirman.

Pemprov sendiri mengawal dari segi kebijakan untuk dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. "Intinya kami support, yang paling penting bagi kami masyarakat memiliki penerangan," ujarnya.

Manager B2B Project PT After Fit Indonesia, Kemas Aulia berharap, dari pertemuan ini ada tindak lanjut pengembangan pembangkit listrik tenaga surya atau energi terbarukan di Sulsel. Dari pertemuan ini mendapatkan beberapa rekomendasi untuk tempat dilakukan survei lokasi yang berpotensi.

"Beberapa daerah yang memiliki potensi yang besar di Sulsel, diantaranya Maros, Pangkep, Jeneponto dan tempat lainnya. Mudah-mudahan kita follow up, ada realisasi yang baik untuk pemenuhan energi terbarukan di wilayah Sulsel," ujarnya. (*)

#Perusahaan jepang #Investor jepang #Listrik sulsel #Andi Sudirman Sulaiman