GOWA, BUKAMATA - Minggu, 14 November 2021. Siang itu, jarum jam menunjukkan sekira pukul 13.00 Wita. Tahir (40) sedang mencari ikan di Sungai Jeneberang.
Dia tak sendiri. Ada tiga rekannya. Mereka mencari ikan dengan menggunakan jala. Mereka pun mulai berpencar dengan menebar jala.
Tahir lalu mengajak rekannya Irfan menyeberang sungai dengan berenang. Buruh bangunan itu menduga, di seberang sana banyak ikannya.
Tahir menyeberang duluan. Diikuti Irfan dari belakang. Tapi di tengah sungai, tiba-tiba Tahir melambai-lambaikan tangan. Itu isyarat dia meminta tolong.
Irfan lekas ke lokasi. Namun Tahir sudah lenyap. Irfan mencari, akan tetapi arus sangat deras. Irfan kehabisan tenaga.
Dia lalu berenang kembali ke darat. Dia berteriak minta tolonv sekencang-kencangnya, hingga dua rekannya datang. Irfan lalu memberi tahu kalau Tahir tenggelam.
Masyarakat sekitar pun berdatangan. Mereka menghubungi polsek setempat. Kapolsek Parangloe, Iptu Mudatsir datang ke TKP bersama personel.
Mereka pun langsung melakukan pencarian. Sekira pukul 15.00 Wita, Tahir ditemukan. Tapi sayang, sudah tak bernyawa. Ditemukan di dasar sungai. Posisi kepala menghadap ke bawah.
Jenasah korban pun dibawa ke Puskesmas Parangloe. Keluarga korban menerima itu sebagai musibah dan menolak autopsi. Dituangkan dalam surat yang ditandatangani keluarga di atas materai, dan diketahui Kepala Desa Pallantikang, Usman Lira.
Penulis: Adel
TAG
BERITA TERKAIT
-
Seorang Remaja Laki-laki Tewas Tenggelam Saat Berenang di Sebuah Tanggul di Makassar
-
Perempuan Tenggelam di Sungai Dusun Ulunipa Kab Bone Ditemukan Meninggal Dunia
-
Berenang untuk Pasang Kabel Optik di Pinrang, Abdullah Ditemukan Meninggal Dunia
-
Izin Buang Air, Nelayan Ditemukan Tewas di Dermaga Bekangdam Hasanuddin
-
Pria di Pinrang Tewas Diterkam Buaya, Warga Kesulitan Evakuasi Korban