MAROS, BUKAMATA - Di salah satu ruang kelas SMK Fardillah, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulsel, berkumpul remaja-remaja berseragam putih abu-abu. Ada yang tegang. Adapula yang santai.
Sementara di deretan meja, tampak petugas medis menyiapkan jarum suntik. Juga botol-botol vaksin. Tak berselang lama, satu demi satu, pelajar dipanggil maju ke depan.
Tak langsung di meja dokter berjarum suntik. Mereka di meja konsultasi terlebih dahulu. Petugas medis menanyakan para siswa, apakah ada riwayat penyakit medis yang pernah mendera tubuh mereka.
Jika tak ada, lanjut ke meja sebelah. Diperiksa tekanan darah. Klop, diarahkan ke meja petugas medis yang sudah menyiapkan jarum suntik berisi cairan yang disedot dari botol vaksin.
Itulah aktivitas vaksinasi keliling yang dijalankan Kodim 1422 Maros. Mereka tak sendiri. Tapi bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bonto Bunga, juga Puskesmas Moncongloe. Kodim 1422 Maros mengemasnya dengan program Vaksin Keliling (Simakkaling). Ada empat titik yang digelar serentak di Kabupaten Maros. Salah satunya, SMK Fardillah. Bukan hanya untuk siswa. Orang tua siswa juga diikutkan sebagai peserta vaksin.
Dandim 1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman mengatakan, program Simakkaling ini diusung Kodim 1422 Maros untuk membantu Pemkab Maros menyukseskan target 2.000 dosis vaksin perhari di kabupaten yang bertetangga Kota Makassar ini.
"Dari target 2.000 vaksin per hari itu, TNI-Polri sendiri kebagian target 575-590 dosis vaksinasi per hari," ungkap Letkol Inf Budi Rahman, Selasa, 9 November 2021 lalu di SMK Fardillah.
Selain di SMK Fardillah di Kecamatan Moncongloe, kegiatan serupa kata Letkol Budi, juga digelar di Desa Bonto Manurung, Pasar Pakalu, Kecamatan Batimurung, dan di Pasar Sabila, Kecamatan Mallawa.
Letkol Budi menambahkan, penyebaran titik vaksinasi ini untuk mendatangi warga masyarakat. Bukan mereka menunggu maayarakat untuk datang. Istilahnya, Kodim 1422 menjemput bola, bukan menunggu bola. Itu untuk meningkatkan partisipasi warga dalam vaksinasi di Maros. Diharapkan bisa mempercepat terwujudnya herd immunity di kabupaten berjuluk Butta Salewangeng ini.
Letkol Budi juga menegaskan, penyebaran titik ini juga dalam rangka memutus informasi hoaks terkait vaksinasi, yang membuat warga enggan mengikuti program vaksinasi. Sekaligus memberikan pemahaman bagi masyarakat, bahwa vaksin itu halal, suci dan dapat mencegah penyebaran virus Covid-19.
"Kami juga buat sebaran titik-titik vaksinasinya tidak berpusat di satu titik saja. Namun kami sebar ke titik berbeda. Kami sebar tim vaksinatornya di pusat aktivitas masyarakat, bukan menunggu masyarakat datang ke tempat kita," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Fardillah, Haeruddin S.Ag mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan vaksinasi ini. Khususnya kepada Kodim 1422 Maros, yang telah menginisiasi kegiatan vaksinasi bagi siswa di sekolahnya.
"Kami berterima kasih atas inisiasi dari pihak Kodim 1422 Maros, yang masuk ke sekolah. Sehingga, tidak membebani kami pergi ke tempat lain untuk melakukan vaksinasi," ungkap Haeruddin.
Haeruddin yang juga menjabat Ketua Yayasan Fardillah tersebut mengatakan, vaksinasi bagi pihak sekolah, juga menjadi syarat untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). "Semoga vaksinasi ini bermanfaat bagi kita semua dalam memutus mata rantai Covid-19 di daerah ini," harapnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Binda Sulsel Tetap Massifkan Vaksinasi di Tengah Libur Panjang
-
H-1 Ramadhan, Vaksinasi Massal Brimob Bone Diserbu Warga
-
Support Program Pemkot Makassar, Golkar Gelar Vaksin Massal
-
Percepat Vaksinasi 100 Persen, Pemkab Takalar Kerjasama BINDA Sulsel
-
TNI AL Di Makassar Genjot Percepatan Vaksinasi Covid 19 Untuk Anak 6-11 Tahun Dengan Menyasar Sekolah Dasar