Redaksi : Kamis, 04 November 2021 20:53
Bupati Barru, Suardi Saleh bersama Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA.

BARRU, BUKAMATA - Suardi Saleh semringah. Bupati Barru itu senang, daerahnya mendapat bantuan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Universitas Hasanuddin. Diserahkan Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., di Lantai 2 Rektorat Unhas, Kamis, 4 November 2021.

Barru selama ini, memang telah lama menjadi daerah yang memfasilitasi gratis untuk Rapid Test Antigen dan Rapid Antibody, bagi warga ber-KTP Barru yang akan melakukan perjalanan keluar daerah.

Sudah ada belasan ribu alat test yang digunakan cuma-cuma untuk membantu pergerakan masyarakatnya.

"Alhamdulillah, ini rejeki bagi masyarakat Barru, dan kita juga sudah menyiapkan tenaga khusus yang akan dilatih oleh Unhas, untuk mengoperasikan alat PCR ini. Insya Allah ke depan, akan memudahkan tugas pemerintahan dan menangani Pandemi Covid-19 ini," sebut Bupati yang juga alumni Unhas ini.

Tes PCR adalah pemeriksaan molekular yang dilakukan dengan metode amplifikasi, yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu.

Salah satu metode pengambilan sampel untuk tes PCR adalah dengan tes usap atau swab test. Dengan hadirnya alat PCR di Barru, maka deteksi dini atas Covid-19 bagi yang terkonfirmasi akan lebih mudah diketahui dan ditangani.

Demikian pula, pergerakan bagi pelaku perjalanan yang selama ini terbatasi oleh keharusan memiliki hasil test PCR, akan teratasi.

Barru tak sendiri menerima bantuan ini. Ada lima kepala daerah di Sulsel yang menerima. Selain Barru, ada Gowa, Sidrap, Pinrang, dan Parepare.

Sebelumnya, Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., yang menyambut para penerima bantuan, dalam paparannya menyampaikan terima kasih pada PT. Langit Pandu Anugerah, yang jadi Mitra Unhas dalam pengadaan alat PCR ini.

"Alat ini ke depannya bisa kita gunakan untuk mendeteksi penyakit tropis di Indonesia. Ke depan dengan Pemda, kita bisa melakukan kerjasama dalam penelitian melalui riset center. Semoga alat ini bisa bermanfaat," sebut Prof. Dwia.