GOWA, BUKAMATA - Peneleh Regional Makassar melalui Abdi Peneleh menggelar Kemah Calon Pemimpin. Mengusung tema "Membentuk Generasi Bangsa yang Berkarakter dan Berbudaya A’ bulo Sibatang". Kegiatan digelar Jumat, 29 Oktober 2021 di Jungle Camp, Desa Bili-Bili, Kabupaten Gowa.
Tim Penggerak Kemah Calon Pemimpin Abdi Peneleh, Wa Ode Endia Verni mengatakan, kegiatan ini berlangsung 3 hari, diikuti pemuda atau siswa dan siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dididik mengenali potensi diri, hidup berkelompok, kepemimpinan, kebangsaan, religiusitas, kepenelehan dan menyadari salah budaya kita “A’bulo Sibatang” bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
"Yang tentunya kegiatan ini dikemas secara menyenangkan melalui kemah," ungkap mahasiswi Universitas Brawijaya ini.
A’bulo Sibatang kata Endi, berarti bersatu mencapai tujuan. Diharapkan, generasi muda Sulawesi Selatan secara khusus dan Indonesia secara umum, memiliki semangat kebersatuan dalam menggapai visi dan misi. Semangat kebersatuan lanjut Endi, merupakan kunci terwujudnya cita-cita mulia leluhur bangsa ini.
"Semangat kebersatuaan menunjukan kemandirian, toleransi, dan sesuai nilai sila ke-3 pancasila kita, serta sologan peneleh (konsolidasi, hijrah, zelfbestuur, aksi)," terangnya.
Keragaman suku, agama dan ras tambah Endia, merupakan warisan kekayaan bagi generasi, yang hidup rukun dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu). Perbedaan lanjut dia, bukan merupakan masalah bagi kita, bukan pula merupakan ancaman.
"Namun ia adalah anugerah dari Sang Pencipta, seperti pelangi yang indah dari Maha Karya-Nya. Jika pelangi adalah mimpi maka perbedaan adalah mimpi manis, kunci kita untuk menaklukan dunia. Sehingga sebagai pewaris, semangat A’bulo Sibatang sudah sepatutnya kita lestarikan," papar Endi.
Endi menambahkan, output kegiatan ini, lahir pemuda yang menyadari dan memperkuat nilai kebudayaan lokal. Dengan spirit nilai tersebut, timbul sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh lapisan, saling menopang, berkerjasama, tolong menolong, dengan Acera Sitongka-Tongka (spirit satu darah) tanah air Indonesia.