Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 14 Oktober 2021 10:23

Irwan Patawari
Irwan Patawari

Pernah Dipimpin IAS dan Ulla, Irwan Patawari: Kita Tahu Siapa yang Layak Majukan Demokrat

Partai Demokrat Sulsel merasakan pernah dipimpin IAS dan Ulla. Irwan Patawari mengatakan, kader tahu siapa yang bisa memajukan partai berlambang bintang Mercy ini.

MAKASSAR, BUKAMATA - Mantan Sekretaris Partai Demokrat Sulsel, Andi Irwan Patawari, menaruh harap agar kepengurusan partainya bisa lebih solid menghadapi Pemilu 2024. Tidak bisa dipungkiri, Demokrat Sulsel terbilang cukup tertinggal dalam konsolidasi pemenangan Pemilu 2024 lantaran masih harus berkutat pada masalah internal, termasuk suksesi kepemimpinan yang tidak kunjung terlaksana.

Irwan yang juga salah satu pentolan pemenangan Ulla pada suksesi lalu, menuturkan kelemahan-kelemahan pada kepengurusan periode ini harus dievaluasi. Semuanya demi mengembalikan kejayaan Demokrat di Sulsel. Bukan masalah siapa yang kelak terpilih pada Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel, selama itu bisa membawa partai ini jauh lebih baik dan solid menghadapi pesta demokrasi.

"Demokrat memang perlu berbenah. Banyak kekurangan periode sekarang yang harus menjadi pelajaran. Tidak nampak kebersamaan," ungkap Irwan, Kamis 14 Oktober 2021.

Soal arah dukungan pada Musda Demokrat Sulsel, ia bilang merupakan domain masing-masing pimpinan DPC. Adapun dua kandidat yakni IAS dan petahana Ni'matullah Erbe alias Ulla tentunya merupakan kader terbaik. Keduanya sama-sama sosok pemimpin, di mana IAS pernah menakhodai Demokrat Sulsel dan Ulla masih berstatus ketua.

Tanpa perlu mengumbar kelemahan dan kelebihan kedua kandidat, Irwan menyebut para pimpinan DPC sudah tahu mana kandidat yang layak memimpin Demokrat Sulsel. Toh, sejumlah ketua DPC merupakan figur lama dan telah merasakan kepemimpinan IAS maupun Ulla.

"Kita semua sudah merasakan dipimpin IAS dan Ulla. Dari pengalaman itu, kita bisa tahu siapa yang bisa membawa Demokrat menghadapi tantangan ke depan. Kita tentunya sudah tahu siapa yang paling layak majukan Demokrat," ujar Sekretaris Demokrat Sulsel era kepemimpinan IAS itu.

Sejauh ini, dari dua kandidat yang bakal bertarung pada musda terlihat mayoritas DPC memberikan dukungan kepada IAS. Buktinya, 16 dari 24 DPC telah mendeklarasikan dukungan untuk mantan Wali Kota Makassar itu maju sebagai Calon Ketua Demokrat Sulsel periode 2021-2026. IAS dianggap sebagai pilihan paling rasional dan paling layak menakhodai Demokrat Sulsel.

Di tangan IAS, Demokrat Sulsel pun dipercaya akan lebih solid dibandingkan sekarang. Kebersamaan pengurus baik di tingkat DPD dan DPC akan lebih baik. Itu sudah bisa terlihat dari kompak dan masifnya dukungan DPC yang terus melakukan konsolidasi demi pemenangan IAS pada Musda Demokrat Sulsel.

Irwan juga ikut hadir pada acara Deklarasi Dukungan 16 DPC kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Hotel Claro Makassar, Selasa (12/10).

Total ada 14 ketua maupun perwakilan DPC yang hadir langsung pada deklarasi kemarin. Terdapat dua perwakilan berhalangan hadir yakni DPC Palopo dan Barru, tetapi sudah menyatakan dukungan dan mengirim pernyataan dukungan. Bahkan, pimpinan DPC Barru melakukan video call untuk menyatakan dukungan di depan perwakilan DPC lain.

Adapun 14 ketua dan perwakilan DPC yang mendeklarasikan dukungan kepada IAS yakni Maros, Parepare, Wajo, Pinrang, Bantaeng, Takalar, Sinjai, Jeneponto dan Bulukumba. Lalu ada pula Bulukumba, Pangkep, Soppeng, Luwu, Toraja dan Luwu Utara.

Ada tiga plt ketua DPC di tangan DPP saat ini. Ketiganya adalah Gowa di tangan Jihan, Sidrap di tangan Andi Nurpati, dan Tana Toraja yang sedang berproses.

Nama Aslan yang diusulkan DPD Demokrat Sulsel untuk plt Tana Toraja kabarnya tak kunjung direstui DPP.

Fatsun politik yang selama ini berlaku di internal Demokrat, plt yang dijabat oleh pengurus DPP tidak elok memberi dukungan pada tahapan pemenuhan syarat dukungan calon.

Takutnya, bias diterjemahkan sebagai keinginan ketua umum AHY. Bisa mencederai demokratisasi yang ingin ditegakkan DPP dengan menghormati keinginan pemilik suara.

Di luar 3 DPC itu, otomatis tersisa lima DPC yang tidak mendukung IAS. Yakni Makassar, Bone, Enrekang, Selayar dan Luwu Timur. Sementara syarat dukungan untuk menjadi calon adalah 20 persen dari jumlah DPC. Setara 5 dukungan DPC.