Redaksi
Redaksi

Selasa, 12 Oktober 2021 15:59

Waspada Pencemaran Nama Baik lewat Jejak Digital

Waspada Pencemaran Nama Baik lewat Jejak Digital

Pelaporan mengenai berita bohong meningkat pesat pada tahun 2021

BOLAANG MONGONDOW – Sebanyak 813 peserta berpartisipasi secara virtual dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (12/10). Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diangkat pada hari ini adalah “Pilah Pilih Sebelum Sebar”.

Program kali ini dipandu oleh Arin Swandari selaku moderator dengan menghadirkan empat pembicara yang terdiri dari Reh A. Susanti selaku narablog dan Sociopreneur, Nala Edwin selaku Head of Media Publication LSPR Jakarta, Adiwinata Solihin selaku jurnalis LKBN Antara Sulawesi, serta Akbar Datau selaku anggota Ship for SouthEast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) Internasional Indonesia. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan video sambutan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. Kemudian, sesi pemaparan materi dibuka oleh Reh A. Susanti sebagai narasumber pertama dengan tema “Pentingnya Digital Skills di Masa Pandemi COVID-19”. Susanti menjelaskan bahwa era digitalisasi yang berkembang pesat akibat pandemi menyebabkan keterampilan digital menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki setiap orang. Keterampilan digital memudahkan aktivitas berbagai bidang, mulai dari pemasaran, pendidikan, hingga perbankan. “Banyak sekali pilihan yang ditawarkan saat ini untuk belajar secara digital, di antaranya Duolingo, Codecademy, dan Coursera,” tutur Susanti.

Sesi dilanjutkan oleh Nala Edwin Widjaja yang membawakan tema “Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu!”. Nala memaparkan bahwa pelaporan mengenai berita bohong meningkat pesat pada tahun 2021. Maka dari itu, ia memberikan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran berita bohong, di antaranya berhati-hati dengan judul berita yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta berita tersebut, mengecek keaslian foto, serta mengikuti grup diskusi anti berita bohong. 

Akbar Datau selaku pemateri ketiga membawakan tema “Memahami Multikulturalisme dalam Ruang Digital”. Menurut Akbar, memahami multikulturalisme sangatlah mudah. Hal ini dikarenakan kita sudah ditanamkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sejak kecil. Selain sebagai ideologi dan semboyan negara, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi dasar penting dalam memahami konsep multikulturalisme. “Buatlah platform kalian sebagai alatnya, bukan sebagai pengendali diri kalian. Dan buatlah diri kalian sebagai pengendali, bukan sebagai alat,” pesannya.

Sesi pemberian materi diakhiri oleh Adiwinata Solihin dengan tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Bagaikan dua sisi mata koin, jejak digital memiliki dampak positif sekaligus negatif. Pada dasarnya, jejak digital memiliki dampak positif jika pengguna dapat mengontrol aktivitasnya di dunia maya dengan baik, sementara dampak negatif didapatkan ketika pengguna melakukan hal yang sebaliknya. “Salah satu dampak negatifnya adalah pencemaran nama baik melalui jejak yang kita tinggalkan di beberapa situs,” pungkasnya.

Selanjutnya, Arin Swandari selaku moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Dalam kesempatan tersebut, peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Sepuluh penanya beruntung berhak mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia. 

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta yang bertanya tentang apa yang harus dilakukan orang dewasa dalam menanggapi anak-anak yang mempunyai akun media sosial aktif. Menurut Susanti, orang dewasa berperan dalam mendampingi serta mengawasi anak-anak dalam berinteraksi di media sosial. Selain itu, orangtua juga dapat mengelola akun milik anak agar dapat menyaring konten yang diterima maupun diunggah oleh anak.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer