Pemkab Pinrang Gelar Doa dan Dzikir Sambut Tahun Baru 1448 Hijriah
15 Juni 2026 22:07
Rawatlah jejak digital dengan menyebarkan informasi positif di dunia maya, sekalipun media sosial bersifat eksklusif
POSO, BUKAMATA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kembali dilaksanakan di Poso, Sulawesi Tengah pada 12 Oktober 2021. Pada kesempatan kali ini, tema yang dibahas mengenai “Rebut Peluang di Dunia Digital”. Program Literasi Digital merupakan program yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerjasama dengan Siberkreasi dan Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Penyuluh KemenKop dan UMKM, Asmita Wulansari; dosen IAIN, Taufani; Founder Barta1.com, Agust Hari; serta Edupreneur dan Social Media Enthusiast, Gunawan Primasatya. Adapun sebagai moderator adalah Richard Lioe. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta. Pada webinar kali ini diikuti oleh 747 peserta dari berbagai kalangan.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Memasuki sesi pemaparan materi, hadir Asmita Wulansari sebagai narasumber pertama yang membawakan presentasi bertema “Peluang Tantangan dalam Keterampilan Digital”. Menurut dia, pebisnis daring dituntut mengikuti transformasi digital. Jika tidak, bisnis daring yang dikelola bisa kalah dengan kemajuan teknologi. “Pebisnis daring harus berinovasi dan paham teknologi digital,” tandasnya.
Selanjutnya, Gunawan Primasatya mengupas materi berjudul “Jarimu Harimaumu”. Founder Tana Poso Digital Media ini memaparkan ihwal etika digital untuk menciptakan ruang aman di internet. “Lima menit pertama sebelum sharing, kritis berpikir, cari sumber informasi serta dampak bagi diri sendiri dan orang lain agar tidak menjadi korban kejahatan digital yang rentan terjadi,” tuturnya.
Adapun, Taufani sebagai pemateri ketiga menyampaikan tema tentang “Memahami Multikulturalisme dalam Ruang Digital”. Peneliti tersebut menyoroti multikulturalisme di ruang digital, salah satunya adalah menguatnya individualisme khususnya di kalangan generasi Y dan Z karena golongan tersebut sangat identik dengan media sosial. “Media sosial menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh,” tukasnya.
Sebagai pembicara penutup, Agust Hari menyampaikan tema mengenai “Jejak Digital: Untung atau Buntung”. Dia menyarankan pengguna media sosial untuk menghapus jejak digital di internet terutama yang dianggap tidak perlu. “Rawatlah jejak digital dengan menyebarkan informasi positif di dunia maya, sekalipun media sosial bersifat eksklusif,” ucapnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.
“Informasi berkembang cepat terkadang diikuti hoaks. Bagaimana menghindari agar tidak terjerumus ke dalam hal tersebut dan tips mendapatkan peluang di ruang digital?” tanya salah satu peserta kegiatan, Muhammad Aimar. “Terkadang kita tidak sadar bahwa algoritma di media sosial mencerminkan diri kita. Jadi, kita harus menciptakan algoritma sehat. Media sosial sehat bisa dimulai dengan memaksimalkan kata kunci positif. Kedua, meluruskan niat di media sosial untuk membangun jaringan relasi dan bisnis,” terang Gunawan Primasatya.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.