Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Jumat, 08 Oktober 2021 17:19

Air Rebusan Pertama Mi Instan Dibuang atau Tidak? Ini Kata Ahli Gizi

Air Rebusan Pertama Mi Instan Dibuang atau Tidak? Ini Kata Ahli Gizi

Ahli gizi Inge Permadhi mengatakan membuang air rebusan pertama sama dengan membuang sebagian karbohidrat simpleks (sederhana) yang bisa meningkatkan kadar gula tubuh.

BUKAMATA - Cara memasak dan mengonsumsi mi instan kerap menjadi perdebatan. Seperti penggunaan air rebusan pertama mi instan.

Banyak orang bilang, agar mi instan jadi lebih sehat, maka air rebusan pertama harus dibuang, kemudian ditambahkan air rebusan baru. Hal ini dilakukan lantaran air rebusan pertama banyak yang beranggapan air rebusan ini mengandung zat kimia seperti pengawet yang berbahaya untuk tubuh.

Ada yang pro dan ada yang kontra, menanggapi hal itu tak sedikit yang juga berpendapat membuang air rebusan pertama untuk mi instan kuah justru membuang gizi yang ada di air tersebut. Saat mie direbus ada kandungan gizi dari mi instan yang luruh ke dalam air tersebut.

Pendapat ini dipatahkan oleh Ahli gizi Inge Permadhi, menurut dia membuang air rebusan pertama sama dengan membuang sebagian karbohidrat simpleks (sederhana) yang bisa meningkatkan kadar gula tubuh.

"Kalau tidak mau terlalu banyak karbohidrat simpleks ya dibuang. Dari segi rasa memang akan berkurang kelezatannya yah," kata Inge saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Jumat (8/10).

Karbohidrat simpleks kerap dikenal dengan istilah karbohidrat putih. Jenis karbohidrat ini sangat mudah diserap tubuh dan bisa meningkatkan gula darah. Jenis ini juga bisa membuat obesitas akibat penumpukan lemak karena karbohidrat yang tidak terbakar.

Inge memang tidak mempermasalahkan lebih lanjut soal air rebusan pertama pada mi instan yang harus dibuang ini. Semuanya bergantung pada pilihan masing-masing saat menyantap mi instan.

Lagi pula tak ada aturan pasti terkait air rebusan ini. Di dalam kemasan pun kata dia tak ada anjuran untuk membuang air rebusan pertama pada mi instan. Hanya saja, jika ingin lebih sehat air bisa dibuang untuk mengurangi karbohidrat simpleks.

"Selain air rebusan ya kurangi juga garam atau bumbunya, ini akan lebih sehat. Tambah sayuran dan putih telur," kata dia.

"Memang dari segi rasa kurang nikmat yah saat air dibuang, tapi pilihannya mau sehat atau mau enak, begitu saja," jelasnya.

Ahli gizi komunitas, Tan Shot Yen menyebut diganti atau tidak air rebusan pertama pada mi instan ini sebenarnya sama saja. Keduanya sama-sama tidak sehat.

"Tidak ada gizi dalam air rebusan. Diganti atau tidak (air rebusan) sama saja tetap mi instan," kata Tan kepada CNNIndonesia.com.

Prinsipnya kata Tan adalah jangan terlalu banyak atau sering mengonsumsi mi instan. Jangan sampai produk mi instan ini dijadikan makanan sehari-hari, apalagi sebagai pengganti nasi atau pendamping nasi. "Prinsipnya untuk konsumsi rekreasi, bukan untuk sehari-hari,"kata dia.

 

#Mi instan

Berita Populer