MAKASSAR, BUKAMATA - Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) merilis hasil survei internalnya terkait sekolah yang menjadi klaster Covid-19 selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Tercatat, hingga 23 September 2021, ada 1.303 sekolah menjadi klaster Covid-19 atau 2,77 persen dari 47.005 sekolah yang mengisi survei.
Dari angka tersebut, tercatat ada 7.287 guru dan 15.456 siswa terpapar virus corona. Data Kemendikbudristek, terdapat 33 sekolah yang melaksanakan PTM terbatas di Sulsel juga menjadi klaster Covid-19. Meski demikian, Kemendikbudristek tidak merinci sekolah mana saja yang menjadi klaster penyebaran virus tersebut.
Diketahui, Dinas Pendidikan Sulsel mencatat sudah 633 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang sudah melakukan PTM terbatas. Namun dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, masih ada dua daerah yang belum melakukan PTM pada tingkat satuan SMA/sederajat, yakni Kabupaten Gowa dan Kota Palopo.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sulsel, Asqar, saat dikonfirmasi, mengatakan, sampai saat ini belum ada yang melaporkan ada klaster penyebaran Covid-19, khusus SMA, SMK, dan SLB di Sulsel. Sejauh ini, PTM terbatas yang dilaksanakan di sekolah-sekolah sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
"Sampai saat ini belum ada yang melaporkan ada klaster penyebaran Covid-19, khusus SMA, SMK, dan SLB," kata Asqar, Senin, 27 September 2021.
Diketahui, berdasarkan data dari survei internal Kemendikbudristek yang dipublikasikan pada laman https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/ per Kamis, 23 September 2021, tercatat ada 1.303 sekolah menjadi klaster Covid-19 atau 2,77 persen dari 47.005 sekolah yang mengisi survei. Dari angka tersebut, tercatat ada 7.287 guru dan 15.456 siswa terpapar virus corona.
Klaster penularan Covid-19 terbanyak ada pada jenjang Sekolah Dasar (SD) mencapai 583 sekolah atau 2,77 persen dari jumlah satuan pendidikan yang mengisi survei. Jumlah guru dan siswa SD yang terkonfirmasi Covid-19 selama PTM terbatas sebanyak 3.166 guru dan 6.928 siswa.
Kemudian klaster Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berjumlah 251 sekolah atau 1,91 persen. Adapun jumlah guru dan siswa PAUD yang terkonfirmasi Covid-19 masing-masing sebanyak 956 pendidik dan 2.006 peserta didik.
Disusul klaster pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah 244 sekolah atau 3,42 persen. Jumlah guru dan siswa SMP yang terinfeksi Covid-19 selama PTM terbatas masing-masing sebanyak 1.482 guru dan 2.201 siswa.
Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) ditemukan klaster penularan Covid-19 sebanyak 109 sekolah atau 4,55 persen dengan rincian 797 guru dan 1.934 siswa terkonfirmasi positif virus corona.
Selanjutnya klaster pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 71 sekolah atau 3,07 persen dengan jumlah 605 guru dan 1.590 siswa SMK terkonfirmasi Covid-19. Dan terakhir terdapat 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi klaster Covid-19 atau 3,27 persen dengan rincian 135 guru dan 112 terpapar corona. (*)
BERITA TERKAIT
-
Bunda PAUD Sidrap Dapat Apresiasi Nasional dari Kemendikbudristek
-
Tepis Isu Punya Ordal Bisa Pilih Sekolah, Disdik Sulsel Jamin SPMB 2025 Bersih dari KKN
-
Ratusan Pelajar Sulsel Antusias Ikuti High School Marathon
-
Kemendikbudristek : Kampus yang Beri Gelar Doktor HC ke Raffi Ahmad Tak Berizin
-
Soal Pendidikan, JK Singgung Nadiem Makarim: Tak Pernah Datang ke Daerah