Wiwi
Wiwi

Jumat, 24 September 2021 21:03

Potret penambangan PT Vale di Sorowako, Luwu Timur.
Potret penambangan PT Vale di Sorowako, Luwu Timur.

Manfaatkan SDA, PT Vale Sejahterakan Masyarakat dan Bangun Wilayah Bumi Batara Guru

PT Vale Indonesia terus mencari cara untuk menciptakan perubahan yang positif demi kemajuan daerah dan kemakmuran rakyat di wilayah penambangan perseroan tersebut.

LUTIM, BUKAMATA – PT Vale Indonesia terus mencari cara untuk menciptakan perubahan yang positif demi kemajuan daerah dan kemakmuran rakyat di wilayah penambangan perseroan tersebut.

Salah satunya, PT Vale memanfaatkan seluruh sumber daya alam (SDA) yang dimiliki kabupaten Luwu Timur.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang dilakukan PT Vale diantaranya, menyuplai kebutuhan energi listrik, selain untuk kebutuhan pabrik pengolahan nikel Vale dari 3 PLTA, juga didistribusikan kepada masyarakat melalui Perusahaan Listrik Negara.

Ada pula pembangunan water treatment ber- standar baku mutu dari Perusahaan Air Minum Negara dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk kebutuhan air bersih masyarakat, pengelolaan sampah terintegrasi yang bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Selain itu, PT Vale juga memberikan program bagi masyarakat pesisir yang disebut apartemen ikan. Program ini didasari dari potensi kecamatan Malili yang terletak di kawasan pesisir dan industri hasil olahan laut.

Apartemen ikan memiliki banyak fungsi, antara lain fungsi ekologis karena dapat melindungi ekosistem perairan dan biota laut, fungsi ekonomi melalui pengkayaan sumberdaya ikan sehingga hasil tangkapan masyarakat meningkat dan jarak penangkapan lebih efisien.

"Tujuan kami adalah membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Luwu Timur dengan memanfaatjan sumber daya alam yang dikelola secara berkelanjutan sehingga dapat dirasakan sampai generasi berikutnya,” ungkap Manager Pogram Sosial PT Vale, Ardian Putra.

Tak hanya sampai disitu, PT Vale telah tumbuh bersama dengan banyak perusahaan lokal sebagai bagian dari rantai pasok pengadaan barang dan jasa.

"Pelibatan pemasok lokal dan nasional mendorong peningkatan realisasi angka total kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 68,17%, meningkat dibanding angka TKDN 2017 sebesar 67,85%. Perusahaan lokal juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat,"ungkapnya.

Sebelumnya, CEO PT Vale Indonesia Tbk., Febriany Eddy, menyampaikan, pihaknya memiliki komitmen untuk mengubah sumber daya alam menjadi sumber kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan.

Ia menjelaskan arti keberlanjutan bagi Vale adalah mampu memenuhi kebutuhan nikel sekarang dan masa depan serta meningkatkan kesehatan dan kemakmuran lingkungan dan masyarakat.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Vale Indonesia menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah, institusi publik, sektor swasta, dan masyarakat luas.

"Dengan demikian, Vale Indonesia dapat terus berkontribusi pada penguatan aspek sosial, pembangunan kompetensi ekonomi lokal, serta konservasi pelestarian dan lingkungan," ungkapnya saat menggelar temu media secara virtual.

Di bidang pengelolaan lingkungan, kata dia, PT Vale memprioritaskan upaya-upaya dalam pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan lahan pasca tambang, pengelolaan limbah tambang dan pabrik yang terpadu dan sesuai regulasi serta standar yang berlaku, meminimalisir emisi gas dan partikulat, juga inisiatif-inisiatif yang dapat mendukung terwujudnya green mining di Indonesia dan aktivitas-aktivitas konservasi lingkungan.

Ia mencontohkan, salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh perseroan yakni dengan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi proses produksi dan kegiatan penunjang.

"Pengoperasian PLTA membuat Vale mampu menekan biaya produksi nikel dalam matte sehingga tetap dapat bertahan dari pengaruh volatilitas harga nikel dunia. Manfaat lain adalah reduksi emisi karbon yang signifikan sehingga Vale turut berkontribusi pada upaya bersama untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca (GRK)," paparnya.

Di aspek pengelolaan lahan pasca-tambang, Vale Indonesia mengintegrasikan pembukaan lahan tambang dengan reklamasi (pemulihan lahan) dan rehabilitasi (penanaman kembali).

Ia menegaskan rasio bukaan lahan tambang juga sesuai dengan regulasi pemerintah yang erat kaitannya dengan pertimbangan aspek safety dan keseimbangan alam.

"Guna mendukung aktivitas pengelolaan lahan pasca tambang tersebut, sejak 2006 Vale telah memiliki kebun bibit modern (nursery) seluas 2,5 hektar di Blok Sorowako. Nursery ini memiliki produksi 700.000 bibit termasuk tanaman asli setempat dan tanaman endemik setiap tahun yang nantinya untuk ditanami di area rehabilitasi pasca tambang," jelasnya.

Sementara di aspek manajemen limbah tambang dan pabrik, Febryani menjelaskan Vale telah menginvestasikan jutaan dolar Amerika untuk membangun seratus lebih kolam pengendapan dan fasilitas pengolahan air limbah berteknologi Lamella Gravity Settler di Blok Sorowako yang merupakan pertama di industri pertambangan di Indonesia.

"Dengan adanya fasilitas ini membuat hasil pengukuran kadar limbah cair Vale kerap berada di bawah baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah,"ujarnya.

Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Cirrus), Budi Santoso, mengapresiasi upaya Vale Indonesia dalam menjalankan praktik penambangan yang baik salah satunya dengan menjaga lingkungan dan manfaat ekonomi berkelanjutan.

Ia juga memuji peran Vale Indonesia yang berkontribusi positif terhadap pembangunan masyarakat dan CSR yang berbasis pada rencana jangka menengah dan jangka panjang.

 

Fasilitas Untuk Masyarakat dan Wilayah

Sementara faktor penunjang kesejahteraan masyarakat lainnya, PT Vale membangun sarana kesehatan masyarakat, fasilitas olahraga, gedung pertemuan, hingga fasilitas rekreasi di tepi Danau Matano.

PT Vale juga mengakomodasi pembangunan pasar yang merupakan fasilitas vital penggerak ekonomi juga dibangun di dua lokasi di Sorowako dan Towuti sejak 1977.

"Ini kami lakuakan untuk mendukung roda ekonomi masyarakat dan membentuk peradaban di Blok Sorowako,"ungkap Manager Social Development Program Vale, Laode Muhammad Ichman.

Dengan adanya fasilitas lengkap, kata Ichman, Lengkaplah Sorowako sebagai kota tambang dengan peradaban yang unik dan memesona.

"PT Vale meyakini bahwa perusahaan masa depan adalah entitas bisnis yang menempatkan keberlanjutan sebagai core value, bukan semata added value,"tambahnya.

Menurutnya, Komitmen ini tidak akan berubah, karena PT Vale ingin memberi warisan positif bagi generasi mendatang, bahkan jauh setelah tambang berhenti beroperasi di Sorowako.

Selain untuk kesejahteraan masyarakat, PT Vale juga berkontribusi bagi kemajuan daerah, khususnya di Luwu Timur.  PT Vale membangun jalan logistik 64 km yang hingga kini juga digunakan sebagai jalan trans-Sulawesi yang menghubungkan poros Makassar-Sorowako.

Berkat jalan logistik yang beraspal mulus, waktu tempuh Sorowako-Makassar hanya 12 jam.

Selain jalan, PT Vale juga membangun kompleks perumahan, pasar, sekolah, dan gedung pertemuan.

"Semuanya dikerjakan bersamaan dengan 1968 Penandatanganan kontrak karya pertama,"dikutip Bukamata melalui catatan bukti sejarah PT Vale Indonesia.

Dibangun pula fasilitas primer seperti Rumah Sakit Inco, Bandar Udara Khusus Sorowako, dan terminal bus antarkota.

Bandara yang dibangun pada pada 1978 melayani pener- bangan Sorowako-Makassar yang dapat digunakan oleh karyawan Vale serta masya- rakat umum. Pada 2011, Vale melakukan air- port security upgrade dan airport runway over- lay.

Terkait keamanan penerbangan, Vale menggelar pelatihan bagi petugas keamanan bandara dan memasang sistem keselamatan operasi penerbangan automated weather observation system (AWOS).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.