Pemkab Pinrang Gelar Doa dan Dzikir Sambut Tahun Baru 1448 Hijriah
15 Juni 2026 22:07
udi terbaru dari University of South Australia menemukan bahwa minum lebih dari 6 cangkir kopi sehari dapat mengecilkan volume otak dan meningkatkan risiko demensia.
BUKAMATA - Anda termasuk penggemar berat kopi? Ada kabar gembira, di mana studi terbaru mengungkap kebiasaan menyeruput si hitam manis ini ternyata memiliki efek yang baik bagi sistem kardiovaskular.

Di dunia kecantikan, antioksidan kerap digunakan untuk membantu menghilangkan selulit atau parut kulit.
Kendati demikian, ada pepatah yang menyebutkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Sama halnya dengan kopi.
Terlalu banyak minum kopi dapat membahayakan tubuh terutama otak. Studi terbaru dari University of South Australia menemukan bahwa minum lebih dari 6 cangkir kopi sehari dapat mengecilkan volume otak dan meningkatkan risiko demensia.
Peneliti utama dan kandidat PhD UniSA, Kitty Pham, mengatakan penelitian ini memberi wawasan penting bagi kesehatan masyarakat.
"Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Namun konsumsi globalnya lebih dari sembilan miliar kg per tahun. Penting bagi kita memahami potensi implikasinya pada kesehatan," kata Pham seperti dilaporkan Science Daily dan dikutip Antara.
Kafein sebagai kandungan utama kopi mempengaruhi sistem saraf pusat dalam beberapa cara. Namun, efeknya diyakini berasal dari cara kafein berinteraksi dengan reseptor adenosin, sebagaimana dilaporkan Healthline.
Adenosin adalah neurotransmitter di otak yang dapat mendorong tubuh beristirahat dan tidur.
Neuron di otak memiliki reseptor spesifik yang dapat dilampirkan adenosin. Adenosin biasanya menumpuk saat siang dan akhirnya membuat seseorang mengantuk.
Kafein dan adenosin memiliki struktur molekul serupa. Ketika kafein hadir di otak, ia bersaing dengan adenosin untuk mengikat reseptor yang sama.
Kafein tidak memperlambat kinerja neuron seperti halnya adenosin. Sebaliknya, kafein mencegah adenosin bekerja dalam memperlambat kinerja tubuh.
Hal inilah yang menyebabkan kafein meningkatkan stimulasi sistem saraf pusat dan membuat seseorang waspada. Namun, cara kerja kafein ini hanya terjadi dalam waktu singkat.