MAKASSAR, BUKAMATA - Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, menggelar Talkshow Sehat Dengan Pangan Lokal, yang dilaksanakan secara hybrid, di Mal Phinisi Point Makassar, Kamis, 9 September 2021. Acara yang diikuti TP PKK Kabupaten Kota se Sulsel secara offline maupun online.
Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, saat membuka acara tersebut mengatakan, asupan gizi pada ibu sejak hamil hingga anak lahir sangat penting diperhatikan. Termasuk pada tahap tumbuh kembang anak. Ia mencontohkan pada kasus stunting. Dimana, terjadi kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
"Pada kasus stunting ini, anak lebih pendek dari anak normal seusianya, dan memiliki keterlambatan dalam berpikir," kata Naoemi.
Baca Juga :
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu. Mulai dari segi pengetahuan, sosial, dan ekonomi. Perilaku ibu atau pola asuh kurang tepat, asupan gizi tidak cukup, dan alternatif pilihan bahan pangan tidak tepat.
"Ada alternatif pilihan pangan yang bijaksana, yakni pangan lokal yang bergizi dan murah," ujarnya.
Ia mencontohkan salah satu pangan lokal yang bisa menjadi pilihan adalah sagu. Sagu sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif, menghasilkan pati kering sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, bahkan olahannya terkenal hingga ke manca negara.
"Potensi sagu sangat besar. Sekitar 60 persen areal sagu dunia berasal dari Indonesia. Dan sagu merupakan salah satu makan pokok beberapa daerah di bagian timur, termasuk Sulsel, tepatnya daerah Luwu," urainya.
Naoemi menambahkan, untuk mendapatkan sumber daya manusia yang unggul, dibutuhkan asupan gizi yang seimbang. Karbohidrat, protein, lemak, berbagai jenis vitamin dan mineral, air dalam jumlah cukup dari berbagai jenis makanan.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Fitriani, dalam pemaparannya menyampaikan peran produk-produk pangan lokal melalui UMKM pangan lokal dalam mendukung percepatan gerakan diversifikasi pangan lokal di Sulsel. Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi sumber daya pangan dengan keanekaragaman terbesar ketiga di dunia. Untuk sumber karbohidrat saja, terdapat 77 jenis. Kemudian, 389 jenis buah-buahan, 75 jenis sumber protein, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, 110 jenis rempah dan bumbu, serta 40 jenis bahan minuman.
"Komoditi pangan lokal kita tersebar di semua kabupaten kota, potensi pertanamannya cukup memadai dam tersedia di setiap wilayah sentra produksi masing-masing kabupaten kota," kata Fitriani. (*)