MAKASSAR, BUKAMATA - Sejumlah eksportir yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sulselbar, mengeluhkan adanya kelangkaan dan kenaikan tarif kontainer. Tak main-main, kenaikan tarifnya mencapai 150 persen.
Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sulselbar, Arief R Pabettingi, menemui Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, untuk menyampaikan masalah tersebut. Tak sendiri, ia juga memboyong eksportir lain. Seperti PT Biota Laut Ganggang (Caraggenan), PT Wahyu Pradana Binamulia (udang), UD Seaweed Sukses (rumput laut), PT Ocean Champ Seafood (daging kepiting), PT Goudong Sulawesi (kayu), PT Semen Tonasa (semen, clinker), PT Bogatama Marinusa (udang), CV Resky Bahari (ikan segar), PT Chen Woo Fishery (ikan tuna), dan PT Ksu Simpul (rumput laut).
Arief mengungkapkan, harga shipping line (pengiriman laut) yang naik, pengurangan kuota kontainer untuk barang yang diekspor, menjadi kendala terberat yang dihadapi para eksportir. Apalagi, kenaikan tarif kontainer khusus tujuan USA, Eropa dan Australia sampai 150 persen, dari tarif sebelumnya. Ditambah dengan kelangkaan kontainer masing-masing shipping line internasional.
"Kami berharap, pemerintah memberi kemudahan dalam kelancaran usaha para eksportir," ujarnya, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Rabu, 8 September 2021.
Ia berharap, Plt Gubernur Sulsel bisa memberikan solusi. Dan menyampaikan kepada pemerintah pusat, agar membuat Badan Usaha Pelayaran Nasional, khusus rute internasional, karena selama ini hanya ada Pelni yang rutenya domestik saja.
"Semoga ada solusi terkait kondisi yang kami alami," harapnya.
Menanggapi keluhan para eksportir, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, keluh kesah serta harapan dari para eksportir ini akan ditampung untuk kemudian akan dibahas lebih lanjut dan diteruskan kepada pemerintah pusat. Ia mengatakan, pihaknyapun memiliki harapan agar ada kemudahan bagi para eksportir.
"Kami akan teruskan harapan-harapan para eksportir kepada Kementerian Perhubungan. Apalagi ini berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan upaya pemulihan ekonomi. Ekspor kita terus meningkat," ujarnya.
Pemprov Sulsel, kata dia, terus menggenjot upaya ekspor. Apalagi, dengan hadirnya pelabuhan Makassar New Port, dan ditunjang dengan rencana pembangunan dry port. Dimana untuk wilayah utara dipilih Kabupaten Sidrap, dan Kabupaten Jeneponto untuk wilayah Selatan Sulsel. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Balampangi, Penghubung Sinjai–Bulukumba
-
Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp935 Miliar untuk Pembangunan Luwu Raya di APBD 2025
-
Pemprov Sulsel Berikan Santunan Bagi Korban Kecelakaan ATR 42-500 asal Luwu Timur
-
Dikunjungi Mei 2025 Lalu, Gubernur Andi Sudirman Kini Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Takalar