BUKAMATA, BULUKUMBA - Proyek pembangunan rest area di Kabupaten Bulukumba, sedang dimulai pengerjaannya. Sejumlah mobil proyek keluar masuk di lokasi pengerjaan yang terletak di pasar baru Harue, Kelurahan Tanete, Kecamatan Bulukumpa.
Proyek pemerintah provinsi ini, dianggarkan Rp19 miliar lebih, dengan pelaksana tender PT. Gunung Raya Bulukumba, pengawas dari PT. Antariksa Globalindo dan perencana oleh PT. Primatama Prima Konsultama.
Rest area ini digadang-gadang sebagai sentra ekonomi baru di Kabupaten Bulukumba, yang berfungsi sebagai tempat istirahat bagi masyarakat pengguna jalan. Dan dijadikan sebagai pusat belanja.
Sayangnya, di awal pembangunan Rest Area ini, menyisahkan cerita yang tak sedap. Pengguna jalan dan warga sekitar mengeluh karena truk pengangkut material yang keluar masuk lokasi pembangunan menyisakan gumpalan tanah becek dan kerikil yang membuat jalan protokol menjadi penuh gumpalan-gumpalan tanah.
Pada ban mobil truk menempel tanah dari dalam lokasi proyek. Saat melintas ke jalan Trans Sulawesi, gumpalan itu berjatuhan dan saat matahari terik, menimbulkan debu beterbangan mengganggu penglihatan.
"Ini berbahaya ini, mengganggu pemandangan, terutama bagi pemotor yang helmnya tak pakai kaca. Itu debu masuk ke mata," kata pengendara, Sakril.
Tak hanya pengendara, salah seorang pemilik usaha warung kopi di daerah itu juga mengeluh. Pasalnya, pelangganya banyak yang mengaku terganggu dengan debu beterbangan. Ia harus menyiram asapal menggunakan air setiap saat.
Kondisi jalan berdebu mencapai ratusan meter dari arah Tanete ke Bulukumba. Warga beharap, pekerja dapat mempertimbangkan hal ini.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Bom Ikan Rakitan Diduga Picu Ledakan Maut di Bulukumba
-
Nelayan Dilaporkan Hilang saat Cari Ikan di Pantai Bira Ditemukan di Perairan Jeneponto
-
Belum Kembali Melaut, Basarnas Cari Nelayan di Perairan Bira Bulukumba
-
Hujan Deras, Tiga Kecamatan di Bulukumba Diterjang Banjir
-
Silaturahmi Dengan Simpatisan dan Masyarakat Bulukumba, Taufan Pawe: Golkar Menang Rakyat Sejahtera