Redaksi : Rabu, 18 Agustus 2021 14:45
Adnan Purichta Ichsan

GOWA, BUKAMATA - Aksi ratusan pendaki yang menerobos pos penyekatan di jalur menuju Gunung Bawakaraeng untuk memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2021, mendapat tanggapan dari Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, membenarkan penyekatan dilakukan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sehingga kata dia, siapapun tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang berpotensi terjadi kerumunan di Gunung Bawakaraeng.

"Intinya kita melakukan penyekatan dalam rangka PPKM, sehingga tidak boleh melakukan kerumunan di atas. Kita juga berharap kerjasama seluruh pihak, kita tahu bahwa pendaki sangat ingin melaksanakan hari kemerdekaan di Gunung Bawakaraeng, tapi kan situasinya pandemi, kalau pandemi terjadi kerumunan itu berpotensi terjadinya Klaster pasti akan merugikan semua pihak," tegas Bupati Adnan, Rabu (18/8/2021).

Terkait dengan ada sejumlah pendaki yang melakukan penerobosan, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan penyisiran lokasi terhadap para pendaki yang meloloskan diri ke Gunung Bawakaraeng.

"Kita kemarin kan membuat tim untuk menyisir pendaki yang berusaha meloloskan diri ke Gunung Bawakaraeng, dan beberapa pendaki yang didapatkan kita minta untuk di pulangkan," ujarnya.

Hanya memang, kata Adnan, jumlah petugas jauh lebih sedikit dari para pendaki yang ingin menerobos naik ke Gunung Bawakaraeng.

Mereka memanfaatkan kondisi petugas yang sudah kelelahan untuk mencuri-curi waktu menerobos ke jalur Gunung Bawakaraeng.

Pemerintah Kabupaten Gowa akan berkoordinasi dengan Forkopimda. Bgitu para pendaki menuruni gunung langsung dipulangkan saja, dan para pendaki yang turun akan dilakukan swab tes. Arahan Bupati Adnan ini akan disampaikan langsung kepada para Forkopimda. Jika ada yang positif langsung akan di karantina.

Penulis: Adel