MAKASSAR, BUKAMATA - "Tolong dong, saya dianiaya di kantor gubernur," teriak IW (24) saat live video streaming di media sosialnya. Wajahnya penuh dengan darah. Dia baru saja disayat oleh suaminya berinisial AI (31) dengan pisau bergagang hijau, saat dia merekam dirinya meminta tolong. Itu karena merasa nyawanya terancam.
Gadis cantik ini menceritakan, penganiayaan berlangsung di rumah dinas pelaku di Kompleks Kantor Gubernur di Jl Urip Sumohardjo, Makassar. Pelaku baru sebulan menikahi korban secara siri. Pelaku sendiri adalah pegawai salah satu perusda di lingkup Pemprov Sulsel.
Korban menceritakan, sebelum menikah dia tinggal indekos. Lalu saat menikah diboyong ke rumah dinas. Sang suami atau pelaku lalu mengambil semua barang-barang korban dan disimpan oleh pelaku. Termasuk berkas-berkas.
Baca Juga :
Rabu, 11 Agustus 2021, korban meminta barang-barangnya. Terutama berkas-berkas. Namun tak diberi. Akhirnya terjadilah cekcok.
Pelaku yang emosi, menyeret korban ke dapur. Lalu dia menonjok wajah korban. Bukan hanya itu, pelaku mengambil pisau dapur bergagang hijau, lalu menyayatkan tiga kali ke arah wajah korban.
Akibatnya, wajah korban terluka pada bagian jidat, pipi kiri, juga telinga kiri. Darah mengucur di wajah korban. Merasa nyawanya terancam, korban lalu live streaming di media sosial meminta tolong.
Korban pun cepat mendapatkan pertolongan. Pelaku sempat bersembunyi di rumah keluarganya. Namun polisi yang mewanti-wanti agar pelaku diserahkan. Akhirnya pelaku dibawa oleh keluarganya ke Mapolsek Panakkukang.
Korban sendiri mendapat 29 jahitan di bagian wajah dan telinga. Ada tiga perban tampak menutupi wajahnya. Saat ini, korban berada di rumah kerabatnya untuk memulihkan psikisnya.
Kanut Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Jeriadi mengatakan, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 2, tentang penganiayaan yang menimbulkan luka berat. Ancaman pidananya 5 tahun penjara.
Penulis: Noer