Redaksi : Kamis, 12 Agustus 2021 08:59

MAKASSAR, BUKAMATA - Dari tiga bakal calon ketua DPD II Golkar Barru yang mengambil formulir pendaftaran, hanya dua yang serius untuk bertarung dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yakni wakil Ketua DPRD Barru Kamil Ruddin dan Mudassir Hasri Gani.

Sementara Ketua Fraksi Golkar DPRD Barru Syamsuddin Muhiddin tidak mengembalikan formulir ke Panitia Musda Golkar Kabupaten Barru.

"Sudah kami terima berkasnya pendaftar (Calon Ketua Golkar) dan kita sudah serahkan ke DPD I Golkar Sulsel untuk ditindak lanjuti dan kami tinggal menunggu panggilan Fit and propor tes," kata Ketua Steering Committee (SC) Pelaksanaan Musda Golkar Barru, Muh Tahir Ali saat dikonfirmasi.

Dirinya menurutkan dari dua calon yang mengembalikan formulir, Kamil Ruddin dan Mudassir Hasri Gani mereka membutuhkan diskresi karena belum cukup lima tahun di partai berlambang pohon beringin.

"Mungkin keduanya butuh diskresi, tapi tetap yang menentukan DPD I. SC hanya memberikan kesimpulan hasil Verifikasi," jelasnya.

Wakil Sekretaris Bidang Publik Golkar Sulsel, Zulham Arief, membenarkan dari tiga yang mendaftar hanya dua yang mengembalikan formulir dan saat ini pihaknya akan menjadwalkan fit and Proper test terhadap Kamil dan Mudatsir.

"Kemungkinan satu dua hari ini kita akan fit," katanya.

Soal keduanya membutuhkan diskresi, pihaknya belum bisa menyimpulkan karena belum melihat hasil pemeriksaan berkas kedua kandidat tersebut. "Saya belum tau itu," singkatnya.

Sementara Mudassir Hasri Gani pernah menyebutkan siap bersaing dengan rivalitasnya walau dia sebagai orang baru di partai berlambang pohon beringin ini.

"Harus mendapatkan Diskresi, Saya, pak Kamil dan pak Syamsuddin belum cukup lima tahun di kepengurusan partai," katanya.

Calon bupati 2020 ini menurutkan jika Syamsuddin baru menjadi kader partai Golkar pada tahun 2018. Saat ketua Fraksi Golkar DPRD Barru tersebut mendaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg). Sementara Kamil Ruddin memang dia menjadi kader sejak 2015 dan baru masuk pengurus partai berlambang pohon beringin tahun 2017.

"Jadi semuanya butuh (Diskresi)," singkatnya.