MAKASSAR, BUKAMATA - Balai Anak Toddopuli Makassar, adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI.
UPT ini, berfokus pada pemberian layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) melalui pendekatan Keluarga, Komunitas dan Residensial terhadap Anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK). Ini sesuai Pasal 59 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Anak Berhadapan Hukum (ABH) dan Anak yang memerlukan pengembangan fungsi sosial (AMPFS).
Kepala Balai Anak Toddopuli Makassar, Christiana Junus menyampaikan, balai ini akan memberikan Layanan Atensi kepada 3.950 Anak di beberapa provinsi yang menjadi wilayah kerja Balai yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Papua dan Papua Barat.
Baca Juga :
Jumlah sasaran ini naik sangat signifikan dibandingkan capaian target tahun lalu yang memberikan layanan kepada 1.679 anak melalui Program Rehabilitas Sosial Anak.
"Saat ini, tim yang telah kami bentuk sedang melakukan pemetaan/maping LKSA untuk melakukan verifikasi dan validasi data yang telah diinput oleh teman-teman LKSA melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation (SIKS-NG)," jelas Cristiana.
Asistensi Rehabilitasi Sosial ini dalam proses pemberian layanannya kata dia, harus memastikan data anak terlebih dahulu sudah terekam pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Juga perlu diketahui Identitasnya yang jelas atau Nomor Induk Kependudukan agar bisa diajukan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial melalui Pusdatin Kemensos.
Selain memastikan hal tersebut, pemberian layanan Atensi diberikan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan, sehingga layanan yang diberikan dapat tepat sasaran.
Kondisi Pandemi Covid-19 saat ini, membuat sebagian LKSA menggantungkan harapannya kepada Kementerian Sosial utamanya Balai Anak Toddopuli Makassar. Dampak Kebijakan PPKM Darurat ke PPKM Level 3-4 yang diterapkan, juga semakin membuat LKSA mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan Anak. Saat ini Toddopuli melakukan proses perampungan hasil Pemetaan/Maping LKSA yang telah dilakukan di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua dan Papua Barat. Sulawesi Selatan masih pemadanan data, ada sekitar 2.028 Anak dari 54 LKSA yang harus difilter kembali berdasarkan usia Anak.
"Jumlah ini sangat besar sehingga memerlukan ketelitian serta petugas yang berkompeten untuk merampungkan hasil asesmen kebutuhan Anak di masing-masing LKSA yang ada di Sulawesi Selatan ini. Kami ingin bantuan kami tepat sasaran,“ tegas, Cristiana.
Tahun 2020, Balai Anak Toddopuli Makassar menyalurkan Bantuan Rehabilitasi Sosial Anak sebesar Rp.1.050.000.000,- kepada 1050 Anak binaan LKSA melalui transfer ke rekening masing-masing Anak. Adapun rincian bantuan tersebut yakni Sulawesi Selatan sebanyak 9 LKSA untuk 357 Anak; Sulawesi Tenggara 8 LKSA untuk 150 Anak; Sulawesi Tengah 8 LKSA untuk 167 Anak; Gorontalo 3 LKSA untuk 120 Anak; Papua 8 LKSA untuk 130 Anak dan Papua Barat 2 LKSA untuk 40 Anak.