Redaksi : Senin, 02 Agustus 2021 10:41

BUKAMATA, BULUKUMBA - Sudah 2 bulan perut petugas Public Safety Center (PSC) Bulukumba, keroncongan. Mereka harus menahan lapar dan haus di tengah pandemi covid-19 yang membuatnya bekerja lebih keras.

PSC 119 yang bekerja sebagai pelayanan tercepat dari tim medis Bulukumba kini benar-benar sakit. Jika dulunya alokasi anggaran BBM kendaraan yang lenyap, kini anggaran makan minum mereka yang tak disalurkan.

Anggaran makan minum tersebut tidak disalurkan selama 2 bulan sejak Januari dan Februari 2021. Hal ini terungkap usai penelusuran anggota DPRD Bulukumba, Juandy Tandean. Info tersebut didapatkan daru petugas PSC.

“Ini bukan kali pertama. Tahun 2018-2019, realiasi anggarannya ada tapi tidak dirasakan oleh petugas PSC. Dan sekarang terjadi lagi,” kata Juandy Tendean, Senin (2/7/2021).

Ia menilai, anggaran makan tak kunjung diterima oleh Nakes PSC karena Dinkes yang rancuh dalam pengelolaan anggaran. Termasuk, kurangnya perhatian ke Nakes yang membuat pelayanan tak maksimal

“Kurangnya insentif dan perhatian ke nakes bisa saja menjadi faktor tidak maksimalnya mereka dalam bekerja. Kesejahteraan lagi-lagi harus diperhatikan bagi seluruh tenaga honorer khususnya,” pintanya.

Sementara itu, salah satu petugas PSC yang meminta namanya dirahasiakan memgaku, bukan hanya dia tak diberikan makan pada bulan Januari-Februari 2021, di tahun 2018 sejak Juli-Desember, anggaran makan minum mereka juga belum dibayarkan hingga saat ini.

“Kalau di tahun 2019 itu terbayar tapi di tahun 2020 pi, kalau tidak salah ingat per orang untuk uang makan minum kita diberikan Rp900 ribu,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator PSC, Ikhwan yang dihubungi tak menampik hal tersebut. Ia mengakui  kurangnya anggaran untuk PSC menjadi salah satu masalah selama ini. Tahun 2021 saja, anggaran untuk PSC hanya Rp300 juta dimana anggaran itu untuk alokasi Insentif Nakes PSC saja.

“Kegiatan saya bukan cuma di PSC saja,  saya  juga melakukan pembinaan klinik-klinik di Bulukumba, membina puskesmas-puskesmas,” ujarnya.

Diakui memang petugas PSC untuk Januari-Februari 2021 tak diberikan makan. Salah satu alasan tidak diberikannya uang makan minum karena anggaran juga dialihkan untuk perbaikan kendaraan operasional termasuk utang BBM.

“Betul Dinda makan minum PSC tidak  dapat di Januari dan Februari, karena SPK nya dengan pihak penyedia makan nanti Maret baru keluar dan itu tidak bisa diuangkan untuk petugas. Makanya rencana pada pembahasan  perubahan anggaran tahun ini, makan minum Januari Februari itu dialihkan untuk perbaikan mobil,” terangnya.

PENULIS: REY YUDISTRITA