MAKASSAR, BUKAMATA - Rabu, 21 Juli 2021. Matahari belum terlalu terik. Masih sekira pukul 10.00 Wita. Beberapa pria berbadan tegap, tampak gagah dengan seragam polisi. Mereka berjalan menyusuri beberapa lorong di Makassar, membawa bungkusan sembako.
Mereka adalah Kasi BPKB Polda Sulsel" href="https://bukamatanews.id/tag/ditlantas-polda-sulsel">Ditlantas Polda Sulsel Kompol Mamat Rahmat, bersama Kasi Fasmat Subdit Regident Ditlantas Polda Sulsel, AKP Ade Firmansyah dan rombongan. Mereka mengemban amanah Presiden, Kapolri dan Kapolda. Menyalurkan bantuan bagi warga kurang mampu selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Sulsel.
Siang tadi, mereka menyasar lorong di Kecamatan Rappocini Makassar. Tepatnya di Kelurahan Cilallang. Ada rumah dari seng bekas. Ukurannya sekira 3x4 meter. Milik Kusuma Dg Tarring. Wanita itu tampak sudah renta. Namun, sebatangkara karena ditinggal merantau anaknya ke Kalimantan, membuat Dg Tarring harus menyambung hidup dengan menjadi pemulung.
Dia tampak terharu saat menerima bingkisan sembako dari para polisi baik. Ada butiran bening membayang di kedua pelupuk matanya. "Terima kasih pak," ucapnya lirih usai menerima bingkisan sembako itu dari tangan Kompol Mamat.
Kompol Mamat lalu meminta ijin ke Dg Tarring untuk meletakkan bingkisan itu. Tabe bu, agak berat itu. Ujarnya mengambil bingkisan itu dan meletakkan di lantai rumah.
Dari rumah Dg Tarring, rombongan bergerak ke rumah yang kondisinya juga tak begitu bagus. Milik Dg Suma. Dia tak kuat berdiri. Hanya duduk di kursi ketika para perwira itu menyodorkan bingkisan sembako.
Kompol Mamat tampak memegang pundak Dg Suma, sembari berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat.
"Terima kasih Pak," ujar Dg Suma, berlinang air mata.
Kompol Mamat Rahmat didampingi AKP Ade Firmansyah menjelaskan, bantuan PPKM Mikro ini sebagai bagian dari instruksi Kapolri dan Kapolda Sulsel, untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemik. "Intinya di sini kita berbagi karena memang pandemik membuat sejumlah masyarakat terdampak dari segi ekonomi," ungkapnya.
BERITA TERKAIT
-
Polda Sulsel Hentikan Penyelidikan Kasus Penyebaran Konten Pornografi Rektor UNM Non Aktif Prof Karta Jayadi
-
Dari Sidik Jari, DVI Polda Sulsel Berhasil Identifikasi Korban Kedua Pesawat ATR 42-500, Pramugari Florencia Lolita Wibisono
-
20 Polisi Nakal di Sulsel Dipecat Sepanjang Tahun 2025
-
Kapolda Sulsel Kirim 100 Personel Brimob Pilihan Bantu Penanganan Pasca Bencana Sumatera
-
Bukti Polda Sulsel di Sidang Praperadilan, Irman Yasin Limpo dan Andi Pahlevi Tidak Pernah Terima Uang dari Bahar Ngitung