Wiwi
Wiwi

Senin, 19 Juli 2021 09:01

Toyota dan Panasonic Bakal Hadirkan Batrei Mobil Listrik Harga Merakyat

Toyota dan Panasonic Bakal Hadirkan Batrei Mobil Listrik Harga Merakyat

Perusahaan patungan antara Toyota dan Panasonic, yakni Prime Planet Energy & Solutions (PPES) bakal memproduksi batrei mobil listrik murah pada tahun 2022.

BUKAMATA – Perusahaan patungan antara Toyota dan Panasonic, yakni Prime Planet Energy & Solutions (PPES) bakal memproduksi batrei mobil listrik murah pada tahun 2022.

Rencana ini dilakukan untuk menyalip pesaing mobil batrei dari Cina dan Korea Selatan.

Dilansir Bukamata dari laman Inside EV's, PES siap memproduksi baterai mobil listrik murah, yang harganya 50 persen lebih terjangkau.

Apalagi saat ini, 60 persen harga BEV merupakan biaya baterai lithium-ion dan sumber daya terkait seperti lithium dan kobalt.

Sementara 40 persen sisanya merupakan biaya pengembangan, produksi, dan investasi mobil listrik itu sendiri.

Seperti diketahui, PPES merupakan perusahaan Jepang yang dipimpin Hiroaki Koda, mantan eksekutif di Toyota.

PPES bakal bekerja keras untuk meningkatkan kinerja, sebab harga yang murah diperlukan agar mobil listrik dapat disebar luaskan.

Untuk tahun ini, produksi baterai lithium-ion dari pabrik di Himeji, Jepang, ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan 80.000 BEV per tahun.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan hybrid electric vehicle (HEV), perusahaan telah melakukan investasi dengan mendirikan pabrik di Dalian, China, dengan target 400.000 HEV setahun.

Rencananya, dalam waktu dekat akan ada tambahan produksi bagi 500.000 HEV pada 2022 dari pabrik di pulau Shikoku, Jepang.

Menurut laporan Bloomerg, Panasonic saat ini menempati urutan ketiga dari daftar pembuat baterai EV terbanyak dengan kapasitas 9,7 GWh (Januari-April 2021) dan pangsa pasar 14,7 persen pada tahun ini.

Sementara CATL memimpin daftar dengan menghasilkan 21,4 GWh dan meraih 32,5 persen pangsa pasar pada periode yang sama. Adapun LG berada urutan kedua dengan 14,2 GWh, serta pangsa pasar 21,5 persen.

Sementara di Indonesia, pembangunan pabrik baterai mobil listrik rencananya akan memulai produksi pada 2023. Pabrik ini merupakan hasil investasi dari beberapa perusahaan asal Korea Selatan dan China.

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, mengatakan, total investasi yang dilakukan LG dengan pemerintah Indonesia mencapai 9,8 miliar dolar AS atau setara Rp 142 triliun.

“Dan CATL pun telah menandatangani Mou dengan Antam itu sebesar 5,2 miliar dollar AS, bahkan ada prospek untuk menambah lagi, tergantung volumenya,” ujar Bahlil, dalam webinar Prospek dan Tantangan Industri Baterai Nasional (24/6/2021).

“Insya Allah pabrik ini berproses dan berproduksi di tahun 2023 akhir, untuk tahap pertama 10 gigawatt per hour (GWh),” kata dia.